BANJARNEGARA – Geografi dan topografi wilayah Banjarnegara terbagi menjadi tiga bagian besar yaitu Banjarnegara Utara, Banjarnegara bagian tengah, dan Banjarnegara bagian Selatan. Dimana hampir 2/3 wilayah Banjarnegara (Banjarnegara utara dan Banjarnegara Selatan) merupakan pegunungan, sementara wilayah tengah merupakan dataran rendah.

Latar belakang seperti ini membawa konsekuensi sendiri bagi kondisi alam setempat, seperti tanaman sayur-sayuran yang tumbuh subur di wilayah utara sedangkan untuk tanaman ladang seperti jagung, kedele, dan ketela banyak tumbuh di wilayah selatan, dan seterusnya.

Selain perbedaan jenis tanaman, ciri khas lain wilayah pegunungan yaitu akses yang sulit dan rawan bencana. Kondisi wilayah pegunungan yang bergunung-gunung dengan kemiringan lereng yang kadang sangat terjal seringkali diikuti dengan sulitnya akses. Selain itu, kondisi alam seperti ini juga mengakibatkan wilayah pegunungan dikenal memiliki potensi besar rawan longsor di kala intensitas curah hujan tinggi. Namun untuk bencana kekeringan lebih banyak melanda wilayah pegunungan selatan dan Banjarnegara dataran rendah.

Maka, tak aneh rasanya saat berbagai permasalahan yang berlatar belakang kondisi alam tersebut muncul dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pagedongan 2019, Kamis (14/2). Sebab lokasi Kecamatan Pagedongan yang memiliki 9 desa tersebut termasuk wilayah Banjarnegara selatan.  Hal ini terlihat sebagian besar usulan dari desa berupa infrastruktur, penanganan longsor dan penanganan bencana kekeringan. Beberapa usulan tambahan berkait dengan masalah ekonomi dan masalah sampah.

Camat Pagedongan, Agus Prasetyo mengatakan Musrenbang Kecamatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Pagedongan ini bertujuan untuk mengakomodir masalah-masalah yang diajukan oleh desa-desa. Dimana masalah-msalah ini sebelumnya merupakah hasil dari Musrenbang Desa.

“Usulan yang disampaikan dalam Musrenbang Kecamatan telah dikaji dalam Musrenbang Desa yang dilaksanakan terlebih dahulu. Jadi bertahap” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin mengatakan Musrenbang merupakan langkah straregis agar pelaksanaan prioritas pembangunan bisa difokuskan.

“Harapannya Musrenbang dapat mempercepat pembangunan di Kabupaten Banjarnegara serta mewujudkan Banjarnegara bermartabat dan sejahtera” katanya. (amar/ed DS)