BANJARNEGARA – Penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Pemilu Legistlatif 2019 sudah mulai berjalan tahapannya. Suhu politik ditenggarai mulai memanas, tentunya hal ini perlu diantisipasi agar jangan sampai  penyelenggaraan Pemilu membawa akses negative, diantaranya terjadinya konflik sosial keagamaan. Berkait dengan hal tersebut, Kementrian Agama  Kabupaten Banjarnegara, Kamis (14/02) menyelenggarakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi konflik sosial keagamaan menjelang pilpres dan pileg di Alula Kantor Kementrian Agama.

Hadir dalam rakor tersebut  dewan penasihat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banjarnegara, Dewan Pembina FKUB Kab. Banjarnegara, Kepala MAN, Kepala MTs Negeri dan MI Negeri se Kabupaten Banjarnegara, Kepala KUA Kecamatan se Kabupaten Banjarnegara, Pengawas Madrasah, PAI se kabupaten Banjarnedara dan Penyuluh Agama Islam Fungsional sekabupaten Banjarnegara. Narasumber kegiatan Dr.H.Saefudin, M.Ed Kepla Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementrian Agama RI  Jakarta.

Kasubag TU, Sumarna, mewakili Kemenag mengatakan rapat kordinasi ini dilaksanakan dalam upaya mewujudkan masyarakat banjarnegara yang damai dan kondusif, terutama menghadapi penyelenggaraan pilpres dan pileg 2019.

“Salah satu upaya adalah penguatan trilogi kerukunan umat beragama” katanya. (Peliput : Bagus, Editor : Ekobr)