Jelang Pemilu serentak 2019, suhu politik mulai memanas. Segala bentuk perbedaan jika bergesekan bisa memicu timbulnya konflik di masyarakat. Identitas agama pun berpotensi memiliki daya ledak apabila tidak dikelola dengan bertanggung jawab. Tokoh-tokoh lintas agama diharapkan bisa menjadikan agama menjadi sumber nilai saat berpolitik dan mengajak umat untuk selalu mengedepankan tenggang rasa dalam kebhinekaan.

Hal tersebut melatarbelakangi para tokoh dan komunitas lintas agama di Banjarnegara membacakan dan menandatangani Ikrar Satu Bumi Satu Saudara yang diselenggarakan di SMPN 3 Satu Atap Karangkobar, Sabtu (16/2).

“Pada tahun politik saat ini, tokoh-tokoh lintas agama diharapkan mampu menjadi teladan dan mengingatkan umat agar tetap bersatu serta menciptakan suasana damai”, kata koordinator Komunitas Satu Bumi Satu Saudara, Bambang Waskito

Agama bisa memberikan kekuatan kerohanian bagi penganutnya, namun begitu disalahgunakan untuk kepentingan politik sesaat hal tersebut bisa menjadi pangkal pertikaian yang berdampak panjang. Untuk itu ikrar ini bertujuan agar kita ingat dalam persatuan umat beragama harus berlandaskan Pancasila dalam situasi apapun, lanjutnya.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin menilai ikrar tersebut merupakan hal yang harus dirajut dan diwujudkan bersama agar tercipta persatuan dan kesatuan. Keberagaman agama bukan menjadi pemecah belah akan tetapi seharusnya menjadi pemerkuat bangsa.

“Apa yang diucpakan harus diresapi dalam hati karena hal seperti inilah jawaban yang dibutuhkan oleh Indonesia dan Banjarnegara. Tidak cukup hanya dengan kata-kata tetapi juga perlu diwujudkan dengan perilaku nyata,” katanya

Selanjutnya Wabup berpesan agar masyarakat Banjarnegara tidak ikut larut dalam caci maki karena perbedaan pilihan yang sering ditemukan di media sosial. Menurutnya hal tersebut sangat tidak bermanfaat. Media sosial seharusnya digunakan sebagai sarana edukasi untuk menhampaikan hal-hal yang baik dan mengispirasi.

Pada kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Satu Bumi Satu Saudara ini juga dilaksanakan program konservasi lahan kritis di Dukuh Bolang, Desa Slatri, Karangkobar dengan menanam 1500 bibit kopi. (amar)