BANJARNEGARA – Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa waktu mengakibatkan terjadinya gerakan tanah di dua desa yang ada di dua wilayah Kecamatan. Akibat kejadian ini 173 jiwa mengungsi dan sejumlah rumah terancam. Kejadian pertama terjadi di Dusun Sidakarya Rt 2 Rw 2 Desa Mlaya Kecamatan Punggelan pada tanggal 07 Februari lalu. Akibat gerakan tanah yang sampai Sabtu (16/02) masih terus terjadi, 18 KK 89 jiwa mengungi ke tempat aman di 11 titik pengungsian.

Awal kejadian kedua terjadi di hari yang sama dengan kejedian di Punggelan pada hari Kamis 07 Februari 2019 di RT 4 RW 6, Dusun Kalientok, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan. Namun pergerakan tanah makin terasa besar mulai Sabtu (16/02) usai hujan lebat intensitas tinggi yang terjadi dari pukul 15.00 – 18.00 wib. Akibat kejadian ini, 22 rumah terancam, 7 rumah sudah mengalami kerusakan dan terjadi pengungsian 25 KK 84 Jiwa ke wilayah lain dalam desa yang masih aman.

Bupati Budhi Sarwono dalam kunjugannya ke lokasi bencana telah menginstruksikan pada Pemerintahan Desa apabila curah hujan tinggi, lebih baik warga terancam untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“Kita tidak berani ambil resiko. Kalau terjadi hujan dengan curah hujan tinggi, pilihan kita mengungsikan warga terancam” katanya.

BPPB Banjarnegara melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Agus Haryono, menyampaikan bahwa mengantisipasi bencana ini pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk penanganan pengungsi dan pergerakan tanah. Untuk memastikan pantauan dan penanganan pengunsi, BPBD mendirikan Pos Desa.

“BPBD menempatkan petugas Pos Desa setiap harinya. Ini ditempuh agar penanganan pengungsi tertangani dengan baik dan juga pengamatan serta perkembangan gerakan tanah terpantau terus setiap waktunya” katanya.

Langkah yang sudah diambil adalah dropping logistic, pembuatan jalur evakuasi, pemasangan alat pemantau gerakan tanah, dan juga pendampingan pengungsi.

“Dropping logistic dan kebutuhan per makanan telah disalurkan langsung kepada pengungsi. Selain logistic, Dinas Kesehatan juga rutin melakukan pemantauan kesehatan pengungsi” katanya.

Untuk memastikan upaya penanganannya, BPBD mengundang Badan Geologi Pusat Vulkanologi Mistigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung untuk meneliti dan memetakan pergerakan tanah di tiga desa yaitu Majalengka, Kebutuhjurang, dan Mlaya.

“Rencananya Senin 18 Februari akan dilaksankaan Rakor penanganan bencana tersebut” katanya. (**__eKobr)