BANJARNEGARA – Tahun 2019 penggunaan Kartu Tani ditarget 50%. Tentu ini bukan perkara mudah. Salah satu alasannya adalah karena selama dua tahun pelaksanaan sejak Januari 2017 hingga bulan ini penggunaan Kartu Tani prosentasenya masih lebih kecil dari 1%. Demikian disampaikan Assisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Singgih Haryono, Selasa (19/02) pada Rapat Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Banjarnegara di Aula Sasana Adi Praja Lt 3 Setda

“Target 50% dari provinsi ini perkara serius dan berat. Gerak kita tidak lagi cepat, tapi supercepat. Karena pengalaman dua tahun tersebut pencapaiannya masih di bawah 1%” katanya.

Oleh karena itu, Dia meminta semua pihak terkait untuk serius dan betul-betul memperhatikan target yang berat ini. Bagi daerah yang tidak mempunyai masalah infrastruktur seperti Kelompok Tani ada, Kios Pupuk Lengkap ada, Mesin EDC nya ada, KTA sudah diterima oleh petani, Jaringan internet ada maka dioptimalkan pelaksanaannya.

“Dengan target seperti itu, tidak bisa menunggu dan bersantai-santai” katanya.

Namun Singgih juga mengingatkan bahwa pupuk bagi petani seperti nasi. Jadi merupakan kebutuhan pokok yang harus ada. Sementara saat ini sudah bulan Februari dimana ada daerah yang sudah membutuhkan distribusi pupuk dalam waktu dekat seperti Purwonegoro untuk bulan April. Di sisi lain, ada target penggunaan Kartu Tani yang harus dipenuhi selama tahun 2019.

“Prinsipnya, bagaimana caranya kebutuhan pupuk petani terpenuhi, namun mekanisme penyaluran pupuk dengan Kartu Taninya jalan” ujarnya.

Kepala Bagian Perekonomian selaku Sekretaris Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Ir. Lukman Jarir mengakui target ini sangat berat, namun pihaknya akan berupaya keras untuk memenuh targetnya. Lukman menambahkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019 untuk Urea jumlahnya 18.535 ton, ZA 2.480 ton, SP36 3.560 ton, NPK 9.926, dan Petroorganik 4.656 ton. Dia mengharapkan dengan adanya target ini dan pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya ada upaya serius untuk melakukan inovasi agar penyaluran penggunaan Kartu Tani optimal.

“Harapan kami untuk BRI adalah melakukan evaluasi 3 bulanan penggunanan Kartu Tani di mesin EDC. Apabila masih rendah bisa cari penyebabnya. Ada usulan untuk merangsang penggunaan Kartu Tani, Kios Pupuk Lengkap dimana penpenggunaan Kartu Tani terbanyak dapat reward” katanya. (**_eKobr)