BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono menginginkan jenis-jenis durian lokal yang ada di Banjarnegara dipatenkan, agar tidak jadi “trade mark” daerah lain. Hal tersebut disampaikan Budhi saat membuka Gelar Promosi Produk Unggulan Desa, di Desa Karangmangu Kecamatan Sigaluh, Rabu (20/02/2019).
Hadir pada kegiatan tersebut antara lain Kepala Disnakan Ketahanan Pangan Totok Setya Winarno, Kepala Disparbud Dwi Suryanto, Dispermades KKKB, Baperlitbang, perwakilan BPPT Provinsi Jawa Tengah, Muspika Sigaluh, serta Kades Karangmangu beserta perangkatnya.
“Berdasarkan laporan yang saya terima, baru tiga jenis durian yang telah dipatenkan, yakni Durian Kamun, Simimang dan Musangking,” kata bupati, “padahal kita masih punya banyak jenis yang lain.
Untuk itu Budhi meminta untuk segera dipatenkan, agar tidak diakui daerah lain. “Kita bisa belajar pada kabupaten tetangga yang penghasil duku super, namun karena tidak segera dipatenkan akhirnya diakui daerah lain, jangan sampai terjadi seperti itu, kita harus gerak cepat,” himbau bupati.
Pada kegiatan ini digelar aneka produk unggulan desa antara lain berbagai jenis durian, duku, manggis dan hasil bumi unggulan lain.
Agung Susilo, ketua penyelenggara, dalam laporannya menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk seleksi dan menambah koleksi sentra produk unggulan, disamping upaya untuk menambah penghasilan petani.
“Kami bersyukur meski Desa Karangmangu sangat kecil, dengan luas hanya 162,23 hektar namun kami sangat bersyukur karena Tuhan menumbuhkan aneka buah-buahan dan hasil bumi yang berlimpah,” ucapnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran pemerintah kabupaten sehingga gelar promosi produk unggulan ini bisa terlaksana dengan sukses,” imbuhnya.
Kepala Disnakan Ketahanan Pangan Totok Setya Winarno, kepada media menjelaskan, Pemkab Banjarnegara segera mengupayakan untuk mendaftarkan durian unggulan Banjarnegara seperti yang dimaksud bupati.
“Untuk itulah, kegiatan ini juga menyeleksi kualitas durian lokal kita. Ada sedikitnya 26 jenis yang ikut berkontes. Nanti juri yang akan memilihnya,” terangnya.
Salah satu peserta, Suwito, yang memiliki durian jenis “Blimbing” merasa optimis duriannya bakal terpilih.
“Silakan dicoba, meski kecil ini rasanya istimewa,” ujarnya berpromosi.
Gelar promosi produk unggulan desa itu dikunjungi ribuan orang dari berbagai desa, bahkan kabupaten tetangga. (muji prasetyo/dinkominfo_bna).