BANJARNEGARA – Bupati Budhi Sarwono mengkampanyekan program Gerakan “Jumat Nambal Dalan”.  Sesuai namanya gerakan atau aksi Jumat “Nambal Jalan”, dilaksanakan setiap hari Jumat. Langkah ini diambil sebagai respon cepat terhadap protes warga tentang jalan berlobang maupun jalan rusak. Selain itu sebagai antisipasi agar jalan tidak bertambah rusak akibat hujan, sehingga bisa membahayakan pengguna jalan.

“Hampir tiap hari masyarakat mengeluh baik melalui SMS, koran ataupun medsos. Sebenarnya ini merupakan jalan nasional, namun kami coba membenahi, minimal menutup lubang jalan agar tidak terjadi kecelakaan,” kata Bupati Budhi Sarwono, Jumat (22/02).

Pada kesempatan aksi Jumat Nambal Dalan perdana, Bupati disertai Forkompinda dan OPD terkait melakukan penambalan lubang-lubang di ruas jalan Nasional sepanjang kurang lebih 2 km dari kompleks kuliner Semampir sampai ke perempatan Pasar Wage Banjarnegara. Aksi ini didukung 2 armada dump truck, mini roller, stampaer dengan melibatkan 10 orang pekerja. Kata Budi, aksi ini akan terus dilakukan pada setiap hari Jumat hingga tercapai target di perbatasan Singamerta.

“Keluhan kondisi jalan nasional yang hancur dan berlubang sedang kami urus terus ke Bina Marga. Namun karena memerlukan proses serta jadwal waktu, kami berinisiatif menambalnya agar tak membahayakan pengendara,”katanya.

Untuk pembiayaan, lanjut bupati, ditanggung secara gotong royong oleh dirinya, Forkompinda dan OPD yang ada. Estimasinya untuk satu kali kegiatan mencapai Rp. 25 juta. Adapun aspal yang digunakan yakni jenis hotmix berkualitas bagus.

“Biayanya gotong royong dari Banjarnegara semua, jadi tidak minta ke presiden, dan kami menggunakan aspal hotmix yang baik. Meski lebih mahal, namun praktis dan langsung kering” imbuhnya

Sementara itu Kasat Lantas Polres Banjarnegara AKP Totok Nuryanto SH mengatakan lubang jalan kerap membahayakan pengendara, apalagi jika hujan lebat dan malam hari.

“Syukurlah akhirnya aksi ini berhasil menambal lubang-lubang tersebut. Karena jika dibiarkan akan semakin lebar dan  membahayakan pengguna jalan,” katanya. *(muji prasetyo/dinkominfo_bna/ed DS)