BANJARNEGARA – Rencana Selasa (26/02) 4 rumah terancam longsor di dukuh Kalientok, desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan akan dibongkar secara gotong royong oleh warga dan relawan. Demikian disampaikan Kades Kebutuhjurang, Sujarwo.

Pembongkaran rumah ini akan menambah jumlah rumah yang dibongkar akibat pergerakan tanah yang terjadi pada tanggal 07 Februari lalu.

“Jumlah rumah terancam longsor yang sudah dibongkar ada 7 rumah. Sisanya ada 7  rumah dan 1 mushola yang terancam. Dengan kegiatan hari ini rencana membongkar 4 rumah, maka sisa rumah yang belum dibongkar ada 3 rumah dan 1 mushola” katanya.

Jarwo berharap pembongkaran semua rumah terancam dapat diselesaikan dengan segera. Ini karena pergerakan tanah yang masih terus terjadi dan cuaca yang tidak mendukung.

“Biasanya selepas dhuhur hujan sudah turun. Kalau hujan, pembongkaran rumah dihentikan sehingga waktunya molor. Harapan kami pembongkaran rumah terancam cepat diselesaikan” katanya.

 

 

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Agus Haryono menyampaikan akibat pergerakan tanah ini terjadi pengungsian 26 KK, 87 jiwa yang terdiri dari 40 Laki – Laki, 47 Perempuan, 6 Balita, 2 Bayi, 13 Lansia dan 2 Disabilitas.

“Pengungsian sementara tersebar di 14 titik di Desa Kebutuhjurang, Kebutuhduwur, masih ada kemungkinan perubahan” katanya.

BPBD terus memantau pergerakan tanah yang masih terus terjadi setiap harinya. Di samping, BPBD juga telah memasang alat peringatan dini longsor Elwasi di mahkota longsor.  Kegiatan lain yang berupa distribusi logistic per makanan dan pembuatan Dapur Umum untuk relawan.

“Kendala kita di lapangan adalah kurangnya kendaraan bak terbuka untuk menganggkut barang milik pengungsi” katanya.

Dia mempersilahkan bagi warga yang ingi memberi bantuan logistic maupun kendaraan bak terbuka yang masih menjadi kendala hingga saat ini. (**__eKobr)