BANJARNEGARA – Pejabat Eselon dalam tugasnya diminta memperhatikan etika public setempat yang berlaku. Sebab pelanggaran atas etika public ini tidak saja akan mencoreng kehormatan pribadi namun juga akan membawa buruk nama institusi. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Indarto, Kamis (28/02), saat memberikan materi Standar Etika Pulik kepada 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV angkatan V di Aula Lembaga Kursus dan Pelatihan ( LKP ) Kalipalet Banjarnegara.

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentaati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam satu kelompok masyarakat atau suatu organisasi. Ketaatan pada norma ini akan membawa kebaikan kelompok. Sebaliknya pelanggaran atas etika akan berdampak buruk pada kelompok. Meskipun tidak ada hukum formalnya, namun pelanggaran atas etika ini akan berdampak adanya sanksi social kepada si pelanggar.

Pemahaman lain atas etika, kata Indarto, etika merupakan kesadaran diri dari seseorang secara ikhlas untuk berperilaku atau bersikap didalam masyarakat. Perangkatnya adalah norma-norma. Meski begitu, dalam berbagai kondisi pelanggaran atas etika ini senantiasa terjadi dengan beragam factor penyebabnya.

“Faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika yaitu kebutuhan individu, tidak ada penegakan pedoman etika yang tegas, perilaku dan kebiasaan individu yang terakumulasi dan tak dikoreksi, lingkungan tidak etis dan perilaku dari komunitas”.ujar sekda.

Indarto mengatakan kehidupan dalam berorganisasi pasti dipenuhi dinamika, apalagi dalam birokrasi. Sebab selain dinamika internal, seorang ASN dituntut untuk siap melayani dalam tupoksinya masing-masing. Oleh karena itu, pemahaman yang benar akan standar etika public ini sangat penting untuk menunjang pelaksaan tugas ASN. Harapannya, setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu mengaktualisasikan standar etika publik dalam mengelola pelaksanaan kegiatan di instansi masing- masing.

“Penting untuk paham teori, namun lebih baik bila menerapkan dalam prakteknya. Pesan saya, ikutilah diklat ini dengan sebaik baiknya dan dengan rasa tanggung jawab, sehingga dari diklat ini nantinya  bisa melahirkan ASN yang berkualitas.” katanya. (Bagus / ed DS)