BANJARNEGARA – Maret minggu kedua, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarnegara mulai melakukan perekrutan petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau yang biasa disebut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Penerimaan berkas pendaftaran akan dilaksanakan selama sepekan, dari tanggal 6 – 12 Maret 2019, di sekretariat PPS tiap desa/kelurahan. Adapun pengumuman dan persyaratan pendaftaran dapat diakses di setiap papan pengumuman PPS dan juga di KPU Banjarnegara mulai akhir Februari hingga  5 Maret 2019.

‘’Tahapan Pemilu 2019 sudah makin mendekati hari pemungutan dan penghitungan suara. Oleh karena itu kami melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tiap desa/kelurahan mulai melakukan rekrutmen KPPS,’’ kata Ketua KPU Banjarnegara Bambang Puji Prasetya didampingi anggota Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, M Syarif SW, kemarin.

Para petugas yang akan melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di TPS tersebut, akan ditempatkan di 3.167 TPS seluruh Kabupaten Banjarnegara. Setiap TPS terdiri atas tujuh orang KPPS di tambah dua orang petugas pengaman TPS.

“Untuk seluruh Kabupaten dibutuhkan total 22.169 Petugas” katanya.

Masyarakat dapat berperan aktif dalam Pemilu 2019 sebagai penyelenggara dengan mengikuti rekrutmen KPPS tersebut. Apalagi waktu persiapan untuk pemenuhan persyaratan cukup panjang.

“Kami harapkan masyarakat ikut berpatisipasi aktif dalam pemilu selain dengan tidak golput, juga ikut ambil bagian sebagai penyelenggara di TPS,’’ imbuh Syarif.

 

Sosialisasi

Adapun terkait dengan sosialisasi pemilu, dikatakan kini makin digencarkan hingga ke pelosok desa dan juga berbasis pemilih strategis. Selain dilakukan oleh KPU kabupaten, sosialisasi dan pendidikan pemilih dilakukan juga oleh jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di tiap kecamatan, PPS di desa/kelurahan serta relawan demokrasi bentukan KPU kabupaten.

Relawan demokrasi melaksanakan sosialisasi di basis pemilih strategis yakni basis pemilih pemula, muda, perempuan, keagamaan, keluarga, marjinal, berkebutuhan khusus, komunitas, disabilitas dan juga para warganet atau netizen.

‘’Kami juga menyasar generasi milenial dan para netizen agar mereka makin peduli pemilu,’’ pungkasnya. (*/ed DS)