BANJARNEGARA – Pasar Mandiraja yang berlokasi di Km 25 seberang jalan utama Wonosobo – Purwokerto, Minggu malam (04/03) dilaporkan terbakar. Nyaris semua banguanan yang ada ludes terbakar. Dari total 92 Kios, 38 kios dilaporkan terbakar. Sementara kios yang masih utuh banyak yang rusak. Ini karena upaya penyelamatan barang dagangan oleh para pedagang dengan cara menjebol kios.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pasar ini. Dilaporkan, ada 311 pedagang pasar yang menjadi korban kebakaran dan 90 pedagang emprakan” kata Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Hari Arumbinuko, Senin (04/03) di kantornya.

Penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dilakukan penyelidikan. Total kerugian masih dihitung, belum diketahui pastinya. Langkah yang diambil pihaknya sekarang ini adalah melakukan pendataan, baik jumlah sebenarnya yang terbakar dan kerugiannya.

Sambil menunggu pasar dibangun, lanjutnya, rencana terdekat adalah membuat pasar darurat.

“Alternatifnya pasar darurat akan dibangun di bagian timur terminal Mandiraja. Jadi, masih dekat dengan lokasi pasar terbakar. Ini agar tidak menambah sulit pedagang dan pembeli” katanya.

Salah satu pemilik kios dan pedagang Pasar Mandiraja, Isnan menyampaikan kejadian pasar terbakar diperkirakan terjadi pada hari Minggu 03 Maret 2019, pukul 22.30 wib. Dari kesaksian warga, awal mulanya warga sekitar pasar melihat api dan kepulan asap dari dalam pasar. Melihat ini warga berinisiatif melakukan pemadaman dengan cara bergotong royong, namun  upaya ini tidak cukup.

“Api dengan cepat membesar dikarenakan banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar dan juga angin yang kencang. Sehingga warga menunggu petugas Damkar” katanya.

Secara bertahap kata Isnan yang merupakan anggota Komisi 2 DPRD, mobil Damkar Pemkab Banjarnegara, Pemkab Purbalingga, Pemkab Banyumas, dan Pemkab Wonosobo masuk melakukan pemadaman sepanjang malam hingga pagi harinya. Pemadaman dibantu warga, relawan, TNI, Polri, Sat Pol PP, dan BPBD Banjarnegara dan BPBD Wonosobo.

“Kebakaran berhasil dipadamkan pada kurang lebih pukul 06.00 wib” katanya.

Isnan selaku pedagang pasar mengaku mengalami kerugian Rp 300 jutaan. Di dalam perhitungannya, kerugian kebakaran berkisar pada angka Milyaran. Dia berharap kepada pemerintah dalam penanganan pasar terbakar ini untuk senantiasa mengajak keterlibatan pedagang dengan menempatkan perwakilan paguyuban.

“Alasan kami tentu paguyuban yang paling tahu kondisi pasar. Sebab ada juga pemilik los atas nama seseorang tapi di lapangan disewakan. Jangan sampai saat pendataan ada yang dapat lebih dari haknya. Apalagi sampai masuk orang baru. Nanti kisruh” katanya. (**_eKo/ed Ds)