BANJARNEGARA – Peringatan World Oral Health Day (WOHD) atau Hari Kesehatan Gigi dan Mulut se Dunia yang jatuh pada tanggal 20 Maret diperingati oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Banjarnegara dengan  melakukan sosialisasi kesehatan gigi dan mulut serta sikat gigi bersama. Kegiatan yang merupakan agenda Pengurus Besar PDGI ini dilaksanakan di SDN 4 Krandegan dan SD N 1 Kutabanjarnegara.

“Target 1000 siswa, namun karena jumlah dokter gigi di Banjarnegara hanya ada 30 orang, maka sasaran diturunkan di batas maksimal proporsi dokter-pasien menjadi 779 siswa. Karena itu hanya ada dua sekolah dasar yang terpilih untuk aksi ini” kata Ketua Panitia Erna Sri Rejeki, Sabtu (09/03) di lokasi kegiatan.

Sebelum kegiatan dimulai, panitia menyerahkan sikat gigi, odol, dan kartu control yang akan dipergunakan untuk melaksanakan program sikat gigi selama 21 hari. Penyerahan ini dilakukan oleh Penasehat PDGI kepada pihak sekolah.

Kegiatan diawali dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada para siswa kelas 1 – 6 yang dilaksanakan di dalam kelas kemudian dilanjutkan sosialisasi cara sikat gigi yang efektit. Kegiatan terakhir berupa sikat gigi bersama di luar kelas.

Anak-anak SD Krandegan IV Banjarnegara tengah mengikuti instruksi pembimbing dari PDGI cara sikat gigi yang benar (Foto Istimewa)

Sikat gigi bersama ini, kata Erna, menjadi bagian dari program Sikat Gigi 21 hari Pagi dan Malam. Kegiatan yang melibatkan orang tua siswa di rumah ini berlangsung selama 21 hari dihitung sejak hari ini.

“Untuk memastikan program terlaksana baik, setiap siswa diberikan kartu control yang selama 21 hari setiap pagi dan malam siswa harus mempraktekannya diikuti paraf siswa dan orang tua pada kartu kontrol. Pada akhir program Kartu ini bersama hasil ulang cek gigi dan oral semua siswa peserta program ini akan menjadi sarana untuk menilai keberhasilan program” katanya.

 

Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat

Penasehat PDGI, Puji Astuti menambahkan dasar diselenggarakan kegiatan ini adalah pentingnya untuk memperhatikan kesehatan mulut dan gigi karena mulut dan gigi merupakan pusat sumber penyakit infeksi. Hal ini tidak lepas karena letak mulut dan gigi di ujung masuknya makanan dan minuman ke dalam tubuh. Perilaku hidup yang buruk dan cara sikat gigi tidak benar menjadi sumber rusaknya gigi dan sumber munculnya penyakit.

“Kesehatan mulut dan gigi yang buruk dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, meningistis, radang lambung, dan dapat menjadi indikasi penyakit Diabetes dan Leukimia” katanya.

Oleh karena itu, untuk mengurangi resiko lebih besar, kata Puji, diyakini perlu adanya edukasi cara sikat gigi benar dan efektif sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut masyarakat. Sedangkan pilihan diterapkannya program Sikat Gigi 21 hari Pagi dan Malam pada siswa sekolah SD karena prosentase usia anak cukup besar dan juga anak dalam pertumbuhan masih mudah untuk dibina.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Harapan kami dengan pelaksanaan program Sikat Gigi 21 hari Pagi dan Malam ini adalah kebiasaan sikat gigi sesudah makan pagi dan malam menjelang tidur ini menjadi perilaku siswa” katanya.

Pembina UKS SD Negeri Krandegan IV, Maryatun, mengaku senang dan menyambut baik program Sikat Gigi 21 hari Pagi dan Malam yang diselenggarakan oleh PDGI. Hal ini tak lepas karena cara sikat gigi yang benar menjadi salah satu materi kurikulum pelajaran SD, sehingga kegiatan ini nyambung.

“Hal positif lainnya adalah materi cara sikat gigi yang benar ini diajarkan langsung oleh ahlinya, yaitu para dokter gigi. Bukan saja teorinya, tetapi dilengkapi dengan prakteknya selama 21 hari” katanya. (**_eKo/ed DS)