DS – Hujan itensitas tinggi yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu – Minggu menyebabkan terjadinya tanah longsor di 8 titik berbeda di wilayah Banjarnegara. Akibatnya sejumlah rumah terkena longsor dan jalan tertutup material longsor. Longsor juga menyebabkan munculnya kerawanan pada pemukiman dan lingkungan di sekitar lokasi bencana. Demikian disampaikan Kalaksa BPBD, Arief Rahman, Senin (18/03) di kantornya.

“Bersyukur dari seluruh kejadian tidak ada korban jiwa” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengambil sejumlah langkah pengecekan lokasi, penyelamatan warga dan upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan yang lebih besar, pemberian bantuan logistik pada korban bencana, dan melaksanakan kerja bakti bersama TNI Polri, pemerintahan, sejumlah lembaga, dan relawan.

Kejadian longsor di Jl. Raya Wanayasa – Dieng Jalur Provinsi ( tanjakan sikelir ) Kecamatan Wanayasa yang terjadi Minggu malam menjadi kejadian paling besar. Dampak longsor menyebabkan jalan provinsi menuju Dieng dan sebaliknya tertutup dan mengancam terganggunya aktivitas warga.

“Kita semua paham ancaman tersebut, namun pekerjaan penanganan longsor di saat malam hari sangat berbahaya. Kondisi sebenarnya area longsor sulit diketahui karena gelap. Karena itu pekerjaan pembersihan material longsor dikerjakan esok hari pada saat hari sudah terang” katanya.

Kerja Bakti Pembersihan Material Longsor di tanjakan Sikelir Wanayasa

Kerja bakti pembersihan material longsor, kata Arief, dilaksanakan Senin pagi, termasuk pekerjaan normalisasi drainase. Ini untuk menghindari air tersumbat yang beresiko munculnya bahaya baru. Pekerjaan lain adalah pengecekan retakan tanah yang terdapat di tebing atas jalan.

“Ditemukan retakan tanah dengan panjang ± 20m, lebar retakan ± 2m dengan kedalaman retakan 3m s/d 4m” katanya.

Sore hari jalur provinsi di tanjakan sikelir Desa Wanayasa sudah normal kembali dan sudah dapat dilalui kendaraan roda 2 ataupun roda 4. Hanya saja perlu diingat, wilayah ini masih rawan.

“Kami menghimbau, pengguna jalan yang melewati jalur sikelir untuk tetap waspada dan berhati-hati mengingat jalur tersebut rawan longsor.” katanya. (eko / ed DS)