Sebanyak 30 siswa pawiyatan (pendidikan) pranatacara dan pamedhar sabda bregada (angakatan) IX Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Banjarnegara diwisuda. Mereka dinyatakan lulus setelah menempuh pelatihan selama enam bulan, dari bulan September 2018 sampai dengan Februari 2019 yang diakhiri dengan ujian tertulis dan praktek.
Berlangsung di Gedung Korpri Banjarnegara, penyematan samir wisuda dilakukan oleh Ketua Permadani Jawa tengah, Suyitno, Sabtu (23/3).

Ketua Permadani Kabupaten Banjarnegara, Agus Ludianto menyampaikan bahwa siswa pawiyatan ini telah siap dan berkompeten berkiprah di tengah-tengah masyarakat sebagai pembicara dalam bahasa jawa atau pembawa acara di prosesi pernikahan dengan adat jawa. Selain itu, mereka juga merupakan sosok-sosok yang akan menjaga dan melestarikan budaya tradisional.

“Mereka akan menjadi pelestari budaya jawa yang merupakan bagian dari budaya nasional,” katanya

Lebih lanjut Agus menyampaikan bahwa siswa pawiyatan ini selama pelatihan mendapatkan berbagai materi, antara lain basa sastra jawi, renggeping wicara, sekar lan gendhing, kepranatacaran, tata krama, adat jawi, adat banyumasan begalan, pedhalangan dan ngadi busono. Sejak tahun 2005, Permadani Banjarnegara telah meluluskan sembilan angkatan dengan jumlah total 243 orang.

Pada kesempatan ini Agus juga berpesan agar para siswa pawiyatan yang telah diwisuda dapat menjadi teladan dan bermanfaat bagi masyarakat

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin memberikan apresiasi kepada Permadani. Berbagai hal yang telah dilakukan oleh Permadani adalah bagian dalam nguri-nguri budaya warisan leluhur. Menurutnya, di era digital dan kemajuan zaman seperti sekarang ini budaya lokal harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak punah.

“Kita mempunyai banyak kearifan lokal, budaya yang adiluhung. Kalo bukan kita yang menjaga dan melestarikannya lalu siapa lagi?” ungkapnya

Wabup Banjarnegara Syamsudun beri sambutan pada kelulusan permadani

Wabup berharap para siswa pawiyatan yang telah diwisuda dapat mengaplikasikannya ilmu yang sudah didapat selama pendidikan dan memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat. (amar)