Pelantikan PPS Betako Merpati Putih Cabang Banjarnegara

Banjarnegara – Pengurus perguruan pencak silat beladiri tangan kosong (PPS Betako) Merpati Putih cabang Banjarnegara periode 2019 2024 dilantik, Minggu, 24 Maret 2019 di pendapa Dipayuda.

Pelantikan dilakukan oleh Supriyadi mewakili pengurus PPS Betako Merpati Putih Jawa Tengah. Dihadiri oleh Bupati Banjarnegara Budi Sarwono, dewan guru dan pengurus PPS Betako dari Banyumas, Cilacap, Purbalingga Kebumen, dan daerah sekitarnya.

Adapun yang dilantik antara lain : ketua Erwan Prasetyo Utomo, wakil ketua Istoto Luardianto sekretaris Aqila Arif Iswara dan bendahara Basirun.

Bupati Banjarnegara Budi Sarwono dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus PPS betako Merpati Putih cabang Banjarnegara.

“Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan untuk mengemban amanah yang dititipkan di pundak saudara-saudara pengurus harus mau mencurahkan waktu tenaga dan pikirannya demi berjalannya perguruan pencak silat Merpati Putih.

Bupati menambahkan agar program yang dilaksanakan hendaknya membumi dan mampu menjawab tantangan ke depan di mana perguruan ini semakin berkembang penuh dinamika dan tantangan.

“Merpati Putih sebagai pelestari budaya bangsa dengan mengembangkan beladiri pencak silat serta jumlah anggota yang besar dan tersebar di pelosok negeri ini merupakan potensi untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban dalam kehidupan yang berlandaskan Pancasila.”

“Saya berharap Merpati Putih selalu bangun kinerja dan bekerja sama kemitraan strategis dengan pemerintah dalam upaya pembinaan generasi muda,” ujar Budhi.

Sementara itu suprihatin mewakili PPS betako provinsi Jawa Tengah mengatakan salut atas prestasi pencak silat Banjarnegara yang selalu unggul di tingkat provinsi nasional bahkan dunia.

“Saya berharap harmonisasi semangat pengabdian dan kesetiaan para anggota Merpati Putih Banjarnegara akan selalu maju akan terus berkembang, berprestasi, lestari dan berwibawa,” harapnya.

Usai pelantikan dilakukan pengukuhan kepada Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Spade keluarga besar Merpati Putih. Lanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan atraksi dari murid-murid perguruan Merpati Putih antara lain mematahkan batako, tegel, dan besi hanya menggunakan tangan kosong bahkan satu jari. Ada juga atraksi dari murid penyandang difabel yang mampu mendeteksi getaran menebak warna serta menemukan benda yang disembunyikan. (Muji Prasetyo).