DS – Rumah Produksi Gula Kristal milik Kelompok Tani Maju Lestari Dusun Dares, Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan belum lama ini resmi berproduksi.  Dengan beroperasinya rumah produksi ini diharapkan kapasitas produksi meningkat pesat. Ini karena beberapa tahapan pengolahan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dikerjakan dengan menggunakan mesin. Logikanya mekanisasi produksi ini akan dapat menunjang kualitas dan kuantitas produk. Demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani Maju Lestari, Sarwin, Kamis (04/04) di rumah produksi.

“Di rumah produksi ini sudah ada ayakan mekanik dan mesin oven untuk mempermudah proses produksi gula kelapa kristal,” ujar

 

Sarwin mengakui bahwa Kelompok Tani Maju Lestari yang sudah didampingi dan dibina oleh Rumah Zakat selama setahun belakangan ini justru baru mau mencoba pasar lokal. Sebelumnya produksi hanya dikirim ke Amerika melalui perantara CV Pondok Daya Purbalingga. Selama kurang lebih 1,5 tahun gula kelapa kristal dari Kelompok Tani Maju Lestari telah menyuplai kebutuhan pasar dengan kualitas ekspor.

“Setiap bulannya paling tidak 2 ton gula kelapa kristal siap dikirimkan untuk memenuhi target pesanan pasar luar negeri untuk Amerika” katanya.

 

Pada bulan April 2019 pihaknya sudah mulai menyediakan produk untuk pasar lokal dengan nama Dares Coconut Palm Sugar.

“Kita baru mencoba untuk pasar lokal. Saat ini tersedia 40 Kg gula kelapa kristal dengan harga di tempat 35 ribu per kilonya,” ungkapnya.

 

Wakil Bupati Syamsudin saat meresmikan rumah produksi menyampaikan apresiasi untuk Kelompok Tani Maju Lestari dan berbagai pihak terkait yang telah menjadi pemantik semangat para petani gula kelapa dalam mengembangkan potensi di daerahnya. Hal ini menjadi gambaran bahwa  petani gula kelapa mampu bangkit dan tidak menyerah kepada keadaan.

 

“Apa yang telah dilakukan disini nantinya akan bermuara kepada kesejahteraan. Pada Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) tahap ketiga sasarannya adalah agroindustri. Kami berharap petani di Banjarnegara bisa menjadi tuan rumah di tempatnya sendiri” katanya

 

Pada kesempatan ini Wabup juga mengingatkan akan pentingnya networking dan mekanisasi pada bidang pertanian. Kedua hal ini harus bisa dilakukan di era sekarang. Sinergi dengan berbagai pihak sangat diperlukan dan penggunaan teknologi dalam bidang pertanian dapat menekan biaya produksi. (**_amar /ed DS)