DS – Namanya pesta harusnya menyenangkan. Tidak ada raut muka sedih, marah, apalagi sampai bermusuhan. Kalau pesta yang ada adalah damai dan rasa senang. Demikian Ketua KPU Banjarnegara, Bambang Puji Prasetya, Rabu (10/04) saat menyampaikan sosialisasi Pemilu pada generasi milleneal di Halaman Parkir Depo Pelita.

“Pemilu dikenal juga sebagai pesta demokrasi. Ini adalah hajatan besar bangsa setiap periode lima tahunan. Tahun 2019 untuk pertama kalinya, bangsa Indonesia menyelenggarakan Pemilu serentak memilih Presiden dan Wakil Presiden berbarengan dengan memilih anggota legislative dari tingkat Kabupaten hingga pusat. Ayo sukseskan Pemilu 2019. Pemilu damai, no Golput” katanya.

Pada pemilu bersejarah tahun 2019 ini, setiap pemilih akan melakukan pencoblosan lima kali. Pertama memilih anggota DPRD Kabupaten/kota, kartu suaranya berwarna hijau. Kedua, memilih anggota DPRD Provinsi, kartu suaranya berwarna biru. Ketiga, memilih anggota DPR RI, kartu suara berwarna kuning. Keempat, memilih anggota DPD, kartu suara merah. Dan kelima, memilih presiden – wakil presiden, kartu suara berwarna abu-abu.

“Dari semua jenis kartu suara tersebut, dua kartu suara ada fotonya yaitu untuk Kartu suara DPD yang berwarna merah dan kartu suara presiden – wakil presiden yang berwarna abu-abu” urainya.

Melalui sosialisasi ini, Dia mendorong pemilih milenial untuk mengerti dan memahami apa itu demokrasi secara benar. Pemilu 2019 menjadi kesempatan pemilih pemula untuk memilih wakilnya secara sadar, bukan karena uang.

“Lihatlah visi misinya, riwayat hidupnya, track record nya. Jangan terbujuk politik uang karena itu merusak demokrasi. Gunakan hak pilih dengan bertanggung jawab, dan jangan golput” katanya.

Bambang juga mengajak generasi milenial yang sudah mempunyai hak untuk mencoblos pada tanggal 17 April mendatang di TPS masing-masing.

 

Ratusan siswa sekolah menengah calon pemilu pemula bergembira bermain warna di event colour jump

 

Elis Novit, Ketua PWI, menambahkan PWI menjadi mitra dari KPU dalam menyelenggarakan sejumlah event sosialisasi. Diantaranya pada kegiatan yang mengambil tema Pentas Seni Pemilih Pemula tersebut.

“Di kegiatan ini, ada tiga kegiatan utama yaitu lomba temonholic, lomba stand up comed, dan colour jump. Selain tiga yang utama, tentunya di acara ini ada waktu untuk sosialisasi pemilu” katanya.

Pilihan pada tiga kegiatan tersebut, karena sasarannya adalah generasi mileneal. Maka acaranya banyak nge-fun. Ini terbukti dari ramainya peserta saat mengikuti setiap event. Apalagi pas event colour jump. Acara penuh warna dan kegembiraan.

“Bungkus acaranya seperti ini menjadi bagian dari cara kita untuk dapat berkomunikasi baik dengan generasi mileneal. Kita mencoba menyapa dengan cara mereka, sebelum informasi mengenai pemilu disebar” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 peserta temonholic, dan 15 peserta stand up comedy. Kebanyakan peserta berasal dari sekolah-sekolah menengah atas. Sedangkan untuk Stand Up pesertanya jauh lebih beragam karena separuh merupakan peserta dari umum. Ada yang berprofesi sebagai karyawa idep, tukang jasa service, mahasiswa, karyawan swasta, wiraswasta, dan selebihnya pelajar.

“Keluar sebagai juara pertama temonholic SMA Muhammadiyah Banjarnegara, kedua SMK N Wanayasa, Ketiga SMA N Purwonegoro. Sedangkan untuk stand up comedy juara pertama Angger Pratama dari Semampir, kedua Meggy Wiyatna dari Purwokerto, dan ketiga Yunus Nikmatullah dari SMA N Wanadadi” katanya.

Hadiah untuk masing-masing pemenang juara 1 piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta dipotong pajak, juara 2 Rp 1,5 juta, dan juara 3 Rp 1 juta. Hadiah diserahkan langsung oleh Ketua KPU, Juri, dan Ketua PWI (**_eKo / DS)