DS – Enam tersangka kasus pengaturan skor sepakbola PSSI, Kamis (11/04) siang ini diserahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara. Mereka dijemput Satgas Mafia Bola dengan mobil tahanan Polda Metro Jaya dari tahanan sementara di Polres Banjarnegara dan diserahkan langsung ke pihak Kejaksaan Negeri. Setelah sebelumnya pada pukul 01.30 wib dini hari dikawal Tim yang sama, ke enam tahanan tiba di Polres Banjarnegara.

Mereka tiba di Kejaksaan Negeri dengan pakaian oranye dan tangan terborgol dengan kawalan ketat Satgas Mafia Bola. Berbeda dengan tersangka lain, Mbah Putih yang cukup kondang dalam kasus ini terlihat melempar senyum ke sejumlah awak media. Sementara, Anik Yutika Sari, satu-satunya tersangka perempuan keluar mobil tahanan pada urutan ke empat dengan menggunakan penutup mulut.

 

Tidak ada pernyataan apapun dari tersangka kepada awak media. Ke enam tersangka langsung masuk ruang tahanan sementara di Kejaksaan menunggu dilaksanakannya pemeriksaan berkas oleh Jaksa Kejaksaan Negeri.

 

Enam tersangka tersebut yakni Ketua Asprov Jawa Tengah Tjan Ling Eng alias Johar, mantan anggota komite wasit Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari, anggota Komisi disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

 

Dua orang lainnya yakni Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu dan wasit pertandingan Nurul Safarid.

 

Ke enam tersangka Pengaturan Skor Sepak Bola tengah diperiksa Jaksa Kejaksaan Negeri Banjarnegara

 

Kepala Kejaksaan Negeri Yuniken Puji Astuti, menyampaikan tahap 1 merupakan proses di Kejaksaan Agung. Setelah berkas lengkap, tahap 2 diserahkan ke Kejaksaan. Pihaknya menerima tahap 2 penyerahan dari enam tersangka kasus pengaturan skor sepak bola menjadi 5 berkas dan barang bukti..

“Enam orang menjadi lima berkas, karena ada satu berkas dengan dua tersangka” katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri selesai, ke enam tersangka akan dititipkan di Rutan Banjarnegara

“Mereka akan ditahan selama 20 hari dan selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan” kata Yuniken.

Lebih lanjut disampaikan, ke enam tersangka dipindahkan ke Banjarnegara karena tempat kejadian perkaranya di Banjarnegara, loby-lobynya juga di Banjarnegara, transfernya juga di Banjarnegara, dan saksinya juga banyak di Banjarnegara.

“Secepatnya kasus ini akan disidangkan begitu proses dakwaan selesai” katanya.

Untuk diketahui, kasus ini merupakan pengembangan laporan dugaan tindak pidana penipuan yang dilaporkan mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani pada tanggal 25 Desember 2018. Saat itu Persibara bermain di Liga 3 PSSI. Para tersangka merupakan perangkat pertandingan saat Persibara Banjarnegara melawan PS Pasuruan.

Siap Buka-bukaan di Pengadilan

Mantan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Banjarnegara yang juga Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengapresiasi kerja keras dan kerja cepat Satgas Mafia Bola hingga akhirnya kasus ini akan segera disidangkan di Pengadilan. Budhi juga mengucapkan terima kasih pada Satgas. Dia berharap kasus ini dapat bermanfaat bagi sepak bola di Indonesia.

“Mudah-mudahan setelah ini sepak bola Indonesia menjadi lebih bersih dan amanah untuk kepentingan Indonesia” katanya.

Apresiasi senada disampaikan mantan Manajer Persibara, Laksmi Indaryani atas kerja keras dan kerja cepat Satgas Mafia Bola. Dia tidak merasa khawatir persidangan dillaksanaan di Banjarnegara. Bahkan dirinya mengaku siap buka-bukaan di persidangan menyangkut kasus pengaturan skor ini.

“Persidangan di Banjarnegara malah lebih menguntungkan karena saksi-saksi yang kebanyakan dari Banjarnegara lebih dekat” katanya.

Untuk menjamin jalannya persidangan, dirinya saat ini tengah mengajukan permintaan perlindungan saksi pada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Dia berharap permintaannya ini dikabulkan agar pada saatnya nanti dapat menghadapi jalannya persidangan dengan baik. (*_eKo / DS)