DS – Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dituntut menjadi seorang professional. Sebab sekretaris adalah ruh dalam sebuah organisasi atau lembaga. Ketika tingkat kapasitasnya dimantapkan lembaga akan semakin kokoh dan kuat. Demikian disampaikan Wabup Banjarnegara Syamsudin saat membuka pelatihan sekretaris UPK se Jawa Tengah di Golden Ball Room Surya Yudha.

“Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mempertahankan eksistensi UPK melalui peningkatan kapasitas sekaligus peningkatan integritas pelaku UPK” katanya.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 23 April-25 April 2019 diyakininya akan meningkatkan kapasitas dan integritas sekretaris UPK menjadi semakin profesional dalam bidangnya.

“Gabungan integritas dan kapasitas akan mengantarkan seseorang menjadi sosok professional” katanya.

 

Pelatihan Sekretaris UPK se Jateng di Banjarnegara

 

Ketua Assosiasi UPK Jateng, Iwan Setiawan mengatakan pelatihan diikuti oleh 355 orang sekretaris UPK se Jawa Tengah. Mereka selama empat hari akan diberi ilmu pengetahuan tentang kesekretariatan dan manajemen pengelolaan keuangan dalam mengembangkan kegiatan serta usaha UPK lainnya. Selain hal itu, pelatihan juga bertujuan untuk mempersiapkan sekretaris UPK dalam memasuki alih kelola era teknologi aplikasi dan manajemen modern.

“Para sekeretaris UPK ini akan diberi motivasi, arahan dan gambaran tentang pengelolaaan dana bergulir dalam manajemen modern dengan sistem administrasi yang sederhana” ujarnya.

 

Kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memberikan jawaban tentang apa yang dibutuhkan sekretaris UPK untuk menunjang kinerjanya. Sudah saatnya, kata Iwan, UPK tetap eksis dan mandiri dalam mengelola kegiatan secara profesional dengan mengutamakan seluruh asetnya berupa modal, sumber daya manusia dan sistem yang ada.

UPK, imbuhnya, bukan lembaga profit oriented, tetapi merupakan lembaga sosial pemberdayaan. Lembaga ini terus berupaya semaksimal mungkin untuk ikut serta dalam percepatan penanggulangan kemiskinan melalui program dan pengembangan perekonomian berbasis UMKM. Saat ini saja, kata Iwan, ada 101.679 kelompok UMKM binaan dan 462 UPK yang lokasinyatersebar di wilayah Jawa Tengah.

“Jumlah dana yang dikelola mencapai 2,3 T. Meningkat jauh dari 900 M pada awal program ini berjalan pada tahun 1998. Sedangkan jumlah dana yang sudah disalurkan kepada masyarakat kurang mampu melalui berbagai program social besarnya 186 M” pungkasnya. (*_amar / ed DS)