DS – Beragam tradisi untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan di beberapa daerah, merupakan tradisi turun temurun yang selalu dilestarikan oleh generasinya, mulai dari dugderan, padusan, jamasan dan nyadran.

Nyadran Gedhe Gumelem merupakan event budaya tahunan yang masuk kalender event Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara yang di gelar oleh Pokdarwis beserta masyarakat Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan yang secara rutin di helat satu minggu menjelang bulan suci Ramadhan.

 

Masyarakat Desa Gumelem Wetan dan Gumekem Kulon sangat antusias nguri-uri budaya leluhur sehingga dalam menggelar event Nyadran Gedhe dikemas dengan apik, sehingga menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun wisatawan luar daerah.
Desa Gumelem Wetan dalam kesehariannya selalu ada pengunjung untuk wisata religi ke makam Ki Ageng Gumelem (Ki Ageng Uda Kusuma) dan makam Ki Ageng Giring.

Kepala Desa Gumelem Wetan Suwarjo menuturkan bahwa event Nyadran Gedhe tahun 2019 akan dilaksanakan mulai tanggal 28 April sampai 2 Mei 2019, dan akan dihadiri keluarga Kasultanan Surakarta, Pakualaman Jogjajarta, Kasultanan Cirebon, Kasultanan Demak dan para petinggi Dusun Bedono Kab. Jepara.

 

Pakaian adat khas Gumelem Banjarnegara dikenakan para perangkat desa

 

Ki Agus Winaryanto selaku pegiat Nyadran Gedhe Gumelem yang juga salah satu anggota keluarga Mataram, saat di konfirmasi menyampaikan bahwa Nyadran Gedhe Gumelem tahun 2019 akan dilaksanakan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya, karena disamping ada acara tahlil qubro di Pendopo Paseban Gumelem event ini akan dimeriahkan dengan pentas seni antara lain: Seni Bandan, Ketoprak, Italian Calung, Seni Angklung, Seni Embeg, Seni Budaya Ujungan dan Pasar rakyat produk UMKM ex tanah perdikan.

Adapun sebagai puncak acara pada tanggal 2 Mei 2019 pukul 08.00 akan dilaksanakan Kirab Budaya Babad Dalan Giring dari Balai Desa Gumelem Wetan menuju Pendopo Paseban Gumelem, pada akhir acara semua tamu undangan dan wisatawan diharuskan untuk menikmati ambeng (nasi golong) yang dilengkapi dengan beraneka lauk pauk sambil menyaksikan pentas seni Ujungan, disisi lain masyarakat beramai ramai Nyadhong Berkah Bumi Gumelem dengan berebut gula kelapa sebagai lambang Kedaulatan Negara untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. katanya (**_Diens-19).