DS – Pemerintah ingin mengubah persepsi dan paradigma negatif tentang Hari Buruh. Hal ini karena Hari Buruh yang kondang dengan nama May Day dikenal identik dengan demo. May Day seharusnya menjadi momentum bagi pengusaha dan pekerja agar terus menjaga keharmonisan dalam hubungan industrial untuk menciptakan iklim yang sejuk bagi para investor serta turut memajukan pembangunan.

 

“Serikat pekerja dan pengusaha diharapkan dapat menjaga May Day berlangsung dengan kondusif,” kata Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin, Rabu (01/04) pada Peringatan Hari Buruh Internasional 2019 di halaman Depo Pelita, Kalibenda.

 

Upacara Peringatan May Day di Depo Kalibenda, Kabupaten Banjarnegara

 

Pemkab Banjarnegara terus berupaya dan mendorong peningkatan kompetensi bagi para pekerja. Sedangkan untuk masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan diberikan kesempatan untuk menambah keterampilan melalui berbagai pelatihan sebelum memasuki pasar kerja.

 

“Hal ini dilakukan agar para pekerja memiliki daya saing dalam dunia kerja,” katanya.

 

Pemerintah, imbuhnya, sudah melakukan upaya melalui berbagai kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja antara lain dalam hal pengupahan, jaminan sosial, Tunjangan Hari raya (THR) serta kebijakan lainnya.

 

Pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan secara simbolis BPJS Ketenagakerjaan untuk tiga orang pekerja yang berprofesi sebagai pegawai, guru dan petani. Untuk memeriahkan Peringatan Hari Buruh 2019 juga diadakan senam sehat, donor darah dan cek kesehatan gratis. (**_amar / ed DS)