DS – Sekolah, mulai tahun 2019 ini akan mendapatkan suntikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang baru. Namun untuk ini, ada syarat khusus yang harus dipenuhi sekolah.

“Selain dana BOS Reguler yang biasa dikucurkan pada sekolah, mulai tahun 2019 ini, ada dana BOS Afirmasi dan dana BOS Kinerja” kata Kabid SD pada Dindikpora, Endar Setiyoko, Minggu (04/05).

BOS regular diberikan kepada seluruh sekolah didasarkan pada jumlah siswa SD. Besarnya Rp 800 ribu per siswa per tahun. Bos Afirmasi, kata Endar, merupakan dana BOS yang dibagikan kepada seluruh sekolah yang berada di desa tertinggal. Besar dana Rp 35 juta setiap sekolah per tahunnya. Sedangkan BOS Kinerja, sesuai namanya diberikan berdasarkan keberhasilan sekolah meningkatkan prestasi kinerja sekolah.

“Besar dana BOS Kinerja Rp 50 juta untuk setiap sekolah per tahunnya” katanya.

Kasi Kesiswaan pada Dindikpora, Wasis Haryanto menambahkan berkait dengan  adanya dua BOS baru tersebut, maka Dindikpora memandang perlu diadakan sosialisasi bagi bendahara. Sebab hadirnya dua BOS tersebut juga disertai adanya regulasi baru untuk pelaksanaanya yaitu Permendikbud No. 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler.

“Sosialisasi diselenggarakan untuk memberi pemahaman terhadap Bendahara BOS dan Tim Pelaksana BOS Kecamatan se Kabupaten tentang regulasi baru tersebut” katanya.

Kegiatan sosialisasi diselenggarakan selama 3 hari di dua tempat.  Hari pertama, Kamis (02/05) di aula Dindikpora, dan dua hari berikutnya (03 – 04/05) dilaksanakan di sasana Abdi Praja lantai 3 Setda. Peserta yang diundang 691 orang terdiri dari 631 orang pengelola BOS SD dan 60 orang tim pelaksana Kecamatan.

“Narasumber kegiatan Kabid Anggaran pada BPKKAD dan Inspektorat Kabupaten” katanya.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Noor Tamami mengatakan agar pelaksanaan program BOS berhasil diperlukan pengelola yang amanah. Karena bicara dana BOS maka bicara dana yang besar. Pengelolanya mesti kudu punya kemampuan double ekstra.

“Mengelola dana BOS ini merupakan tugas tambahan. Karena itu dalam tugasnya untuk diniati ibadah” katanya.

Berkait dengan kegiatan sosialisasi, Noor menginginkan para pengelola untuk memahami aturan main pengelolaan BOS dengan betul dan benar. Pelajari dengan seksama dan bila ada keraguan tanyakan langsung ke ahlinya. Keinginannya ini didasari harapan pengelolaan BOS dilaksanakan dengan tertib dan benar di seluruh tahapannya. Hal ini untuk menghindari adanya penyimpangan dalam penggunaannya.

“Utamanya, gunakan dana BOS hanya untuk peningkatan mutu pendidikan” tegasnya. (**_eKo / ed DS)