DS – “Mencekam. Mencekam” begitu suara Uje Pewarta Detik.com setengah berkelakar saat menjawab pertanyaan situasi di seputar gedung Pegadilan. Jawaban itu mengundang rasa penasaran, seramai dan segawat apakah jalanya sidang Mafia Bola yang pada hari ini, Kamis (09/05) menghadirkan Budi Sarwono, yang juga Bupati Banjarnegara sebagai saksi.

 

Rupanya, informasi kehadiran Bupati pada sidang kasus mafia bola ini cukup membuat panas suasana. Hal ini terlihat dari situasi gedung Pengadilan Negeri Banjarnegara sempat terlihat mencekam. Terlihat dua kubu massa yang berseberangan dan ketatnya pengamanan jalannya sidang oleh kepolisian. Polisi juga mensiagakan pengamanan pasukan anjing terlatih.

 

Massa dari GMBI ikut hadir di Pengadilan Negeri Banjarnegara mengikuti sidang Mafia Bola

 

Massa LSM Gerakan Masyarakat Bawang Indonesia (GMBI) yang belum lama berselang mendemo Bupati di halaman Setda dan Kantor DPRD ikut hadir mengikuti jalannya sidang.

“Jumlahnya cukup banyak. Mungkin ada kalau 80 orang. Kebetulan pakai seragam doreng dan kaos hitam dengan identitas GMBI, sehingga mudah dikenali. Posisi mereka ada di sebelah barat gedung” kata Uje.

 

Di sisi timur dan halaman depan gedung pengadilan, menyemut pendukung Bupati dan Laksmi Indriyani. Mereka, kata Uje, pada umumnya merupakan supporter Persibara. Paling tidak hal ini bisa dilihat dari yel-yel dan lagu penyemangat Persibara dinyanyikan serempak dengan iringan pukulan drum dan tam tam meramaikan suasana. Satu dua spanduk “Berantas Mafia Bola” dibentang sebagai bentuk dukungan atas jalannya sidang.

“Selain mereka, hadir juga emak-emak dan warga yang tidak tahu dari mana mengaku ingin ikut menonton jalannya sidang” katanya.

 

Massa suppoterter menyanyikan yel-yel dan lagu penyemangat Persibara

 

Kedatangan massa ke gedung pengadilan sempat memacetkan lalu lintas di jalan nasional Purwokerto-Wonosobo. Polisi dengan santun mengatur kedatangan massa. Kondisi ini sempat membuat untaian kendaraan sempat mengular hingga depan gedung Cahyana di sebelah timur. Di sebelah Barat hingga 100 m hingga perempatan lampu merah.

 

Beberapa pewarta dari media elektronik dan cetak terlihat antusias mengambil gambar situasi massa. Setiap pergerakan langsung diburu gambarnya, termasuk keramaian supporter dan kedatangan rombongan saksi.

“Iku yang rombongan pakai baju doreng sapa Mas. Akankah ada lagi rombongan massa yang datang” ujar Idad, pewarta Foto dari Kantor Berita Antara.

 

Keseriusan sidang mafia bola yang merupakan issue nasional dengan saksi Bupati Banjarnegara ini tampak dari hadirnya Kapolres Banjarnegara, Dandim 0704 Banjarnegara, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara. Namun pengamanan yang ciamik dari Polres Banjarnegara membuat suhu massa menurun. Bahkan kedua kubu massa dapat berbaur di seputaran ruang sidang tanpa terjadi gesekan antar massa. (*_eKo / ed DS)