DS – Warga Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan minta perhatian pemerintah akan perubahan ekosistem yang tengah terjadi di desa mereka. Mengeringnya sungai Penambangan selama 3 bulan ini dan sudah sejak setahun ini warga merasakan makin sulitnya mencari sumber air bersih diyakini sebagai indikasi adanya masalah kerusakan lingkungan di di wilayah mereka.

“Kekeringan sampai tiga bulan selama ini belum pernah terjadi. Selain sungai mengering, air sungai juga berubah keruh. Ikan-ikan yang selama ini mengisi sungai, kini banyak menghilang” kata Plt Kades Suroso, Senin malam (13/05) saat memberi sambutan selamat datang pada rombongan Tarling Forkompinda di Masjid Nurul Huda, Kecepit, Punggelan.

Plt Kades Kecepit Suroso tengah menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus aspirasi warga kepada jajaran Pimpinan Pemkab saat kegiatan Tarling Forkompinda di Masjid Nurul Huda, Kecepit, Punggelan, Senin (13/05)

 

Bila benar tengah terjadi kerusakan lingkungan, maka penanganannya tidak mampu ditangani oleh pemerintah desa. Apalagi dilakukan sepihak tanpa dukungan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan tetap lestari.

“Penanganan kerusakan merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah desa, pemerintah desa tetangga, utamanya partisipasi kesadaran warga, dan tentu pemerintahan di atasnya. Maka hasilnya akan maksimal” katanya.

Dampak lain dari perubahan lingkungan sungai adalah sungai tidak lagi semenarik dulu. Air sungai mengalir bening, ikan-ikan banyak mengisi sungai, dan rindang pohon perlahan mulai menghilang. Sungai tidak lagi menjadi tempat menarik bagi anak-anak untuk mandi layaknya kolam renang alami serta sarana memancing ikan. Kini, mereka lebih banyak bergelut dengan handphone daripada berlarian dan bermain di luar rumah.

“Kami usul pada pemerintah dan semua pihak ada perhatian terhadap perubahan yang terjadi di sungai. Inginnya mengembalikan sungai semenarik dulu menjadi tempat bermain dan memancing anak. Sehingga anak tak selalu berkutat dengan smartphone” katanya.

Selain masalah perubahan lingkungan, Suroso juga menyampaikan aspirasi pembangunan jalan Kecepit – Karangsari untuk menjadi prioritas pembangunan kecamatan. Ruas jalan ini, sangat mendukugn aktivitas ekonomi warga.

Sekretaris Daerah, Indarto menyambut baik aspirasi yang disampaikan warga dan berjanji akan membicarakannya dengan berbagai dinas terkait. Pada kesempatan ini, Dia mengingatkan pada semua pihak pentingnya membangun komunikasi yang baik antar berbagai unsur pemerintahan sehingga tercapai sinkronisasi dan harmoni.

“Untuk masalah jalan tahun ini Kecamatan Punggelan jalan yang dibangun ruas jalan Mlaya – Sikokol dengan anggaran 5,6 M; Punggelan – Jembangan 1,5 M, dan Tanjungtirta – Sampang 800 juta” katanya.

Sedangkan untuk masalah perubahan lingkungan yang terjadi, Sekda menyatakan ikut prihatin dan akan mengupayakan dinas-dinas terkait untuk mencari tahu lebih lanjut. Dia menghargai harapan warga ingin melihat sungai seperti dulu, sehingga sungai memiliki daya tarik menjadi tempat bermain. Dan anak-anak tidak lagi bermain terus dengan handphone. Namun Dia mengingatkan, selain indah sungai juga menyimpan bahaya.

“Hati-hati bila anak bermain di sungai, karena sungai juga menyimpan bahaya. Arusnya yang besar dan kedalamannya, dapat menenggelamkan anak” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Indarto menghimbau pada semua warga masyarakat untuk senantiasa memelihara persatuan dan kesatuan. Baik berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2019 maupun penyelenggaraan Pilkades serentak pada tanggal 31 Juli mendatang.

“Kecamatan Punggelan dari 17 desa, 16 desa diantaranya akan mengikuti Pilkades serentak. Harapannya, semua berjalan lancar, aman dan damai” katanya.

Pengurus KONI Banjarnegara, Saeful menyerahkan bantuan sejumlah bola sepak kepada kawula muda Kecepit yang diterimakan Plt. Kades Suroso.

 

Di sela acara, rombongan Tarling Forkompinda menyerahkan bantuan uang Rp 2 juta dari Baznas, Al Qur’an dari Kemenag, bantuan Sarung dan Mukena dari Bank Jateng, dan bantuan bola kaki dari KONI Banjarnegara.

Materi pengajian dibawakan oleh Ustadz Zahid Khasani yang juga Ketua Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama. Dia membawakan tema empat golongan manusia yang akan masuk syurga. (*_eKo / ed DS)