DS ~ “Jangan bawa kerusuhan Jakarta ke wilayah kami”.  Demikian tegas Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Kamis malam (23/05), di hadapan jamaah pengajian Nuzulul Qur’an di halaman Mapolres Banjarnegara.

“Perselisihan di Jakarta jangan dibawa ke Banjarnegara karena dapat merusak hubungan baik yang telah dibina di daerah” urainya.

Lebih lanjut disampaikan Budhi, seperti diketahui, pada tanggal 17 April 2019 lalu telah dilaksanakan Pemilu serentak dan hasilnya pun telah ditetapkan oleh KPU sesuai dengan aturannya. Begitulah proses demokrasi yang seharusnya semua pihak menaati dan menghormatinya. Jangan sampai kita tercerai berai karena kehidupan bermasyarakat

“Jagalah persatuan dan kesatuan” katanya.

Budhi juga menyatakan apresiasinya atas diselenggarakannya Pengajian Nuzulul Qur’an oleh Polres  bersama dengan Panitia Pengajian Umum (PPU) Kabupaten Banjarnegara. Dia berharap tausyiah pengajian dari KH. Anwar Zahid Pengasuh Ponpes As Syafittiyah dari Bojonegoro ini membawa kebaikan dan kesejukan.

“Semoga membawa kebaikan pada semua, terutama umat Islam di Banjarmegara” imbuhnya.

Di akhir sambutan Bupati menyerahkan hadiah umroh bagi dua orang Babinkamtibmas.

Ketua Panitia pengajian Wakapolres Banjarnegara Kompol Toto Erwanto mengatakan pengajian Nuzulul Qur’an diselenggarakan Polres Banjarnegara bersama dengan PPU dilakukan dalam upaya membina silaturahmi dan kerjasama dengan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini mampu mendukung situasi kamtibmas di Banjarnegara” ujarnya.

Pengajian dihadiri kurang lebih 10 ribu jamaah dari berbagai wilayah Banjarnegara dan sekitarnya.

 

Penceramah kondang Anwar Zahid mengingatkan pentingnya berupaya menjadi orang baik. Dan bulan Ramadhan ini kesempatan untuk menjadi baik karena ramadhan merupakan madrasahnya .

 

Dia pun menguatkan pesan Bupati untuk menjaga Banjarnegara tetap aman dan damai.

“Banjarnegara itu karunia Allah SWT, termasuk Indonesia. Karena itu mari dijaga bersama” katanya.

 

Tanah air kita bukan Mesir, bukan irak, tapi Indonesia. Karena itu mencintai tanah air merupakan sebagian dari iman.

“Barangsiapa tidak mencintai Indonesia, berarti tidak punya iman” katanya..

Dia juga mengajak kepada semua pihak untuk mentaati hasil proses demokrasi yang telah dilaksanakan secara konstitusional dengan telah terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Hasil ini pun telah sesuai dengan syariat agama.

“Tidak perlu ribut bila ada permasalahan. Baiknya diselesaikan lewat jalur konstitusional” katanya.

Usai demokrasi, inilah saatnya kita menjalin persatuan dan kesatuan antar berbagai komponen bangsa.

‘Mari kembali membangun bangsa secara bersama sama dalam bingkai NKRI” pungkasnya. (eKo / ed D