DS –  Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono beserta tim dari Dinsos, Dinkes dan Jamkesda, Senin (10/6) menjemput Lina Listiana (16 th), warga Desa Prigi penderita gangguan psikotik. Kondisi Lina diketahui cukup memprihatinkan karena selama hampir setahun ini Dia dikurung keluarganya. Di hadapan keluarga besar Lina, Budhi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menaruh perhatian pada masalah yang tengah dihadapi mereka, dan ingin membantu pengobatan.
“Ananda Lina adalah warga saya. Kami mendengar keluarga ini dan Ananda Lina sedang mengalami masalah ini, maka kami datang untuk membantu pengobatannya,” kata Budhi.

Menurut Budhi, setelah dirinya menengok Lina beberapa waktu lalu, ia memutuskan untuk membawa ke RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang untuk keperluan pengobatan, dengan asesmen dari Dinsos serta pembiayaan melalui Dinkes dan Jamkesda Banjarnegara.
“Yang penting hari ini juga kita antar ke Magelang untuk pengobatan. Penting diobati dulu, untuk pemulilhan. Kelanjutannya pikir keri,” komentar Budhi.

Ia optimis gadis belia itu bisa sembuh dengan cepat.
“Insya Allah cepat pulih, karena di tempat saya ada yang semula jauh lebih memprihatinkan keadaannya. Sekarang alhamdulillah sudah baik,” ujarnya yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan tim asesmen.

Ayah Lina, Ratman, menjelaskan sebelum jatuh sakit, anaknya bersekolah seperti biasa bahkan pandai mengaji.
“Anaknya baik dan rajin, serta pintar mengaji” katanya.

Ikhwal Lina menderita gangguan psikotik, lanjutnya, diawali dengan menderita sakit dan pernah tidak sadar.

“Tidak tahu kenapa kok akhirnya Lina menderita penyakit seperti ini,” kenang Ratman.

Soal alasan mengapa keluarga mengurungnya sehingga tidak bisa keluar rumah, Rahman menambahkan tidak ada maksud lain, semua untuk kebaikan dan keselamatan Lina.

“Supaya tidak melarikan diri yang justru membahayakan dirinya, dan bisa meresahkan warga,” ucapnya.

“Saya terima Allah memberi ujian ini. Saya juga terima kasih kepada bapak bupati yang membantu pengobatan anak kami,” ujar lelaki yang mempunyai dua putra ini.

Kepala Dinas Kesehatan, dr Ahmad Setiawan, menjelaskan, Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau dan aneh.
“Kita doakan bersama semoga Andanda bisa sembuh. Masih sangat muda dan masa depannya masih panjang,” katanya. * (mujiprast / ed DS).