DS – Panitia Pelaksana (Panlak) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) diminta agar menjaga netralitas dalam pelaksaaan pilkades dalam bentuk menjaga ucapan dan tingkah laku. Cermati dan jangan sepelekan hal-hal kecil yang berkaitan dengan kesuksesan penyelenggaraan. Sederhananya, ikuti dan penuhi ketentuan sesuai aturan hukumnya. Apabila ada permasalahan namun tidak mampu mengatasi sendiri lebih baik ditanyakan pada Panlak tingkat Kecamatan atau Panlak Tingkat Kabupaten.

“Kehati-hatian ini penting karena pelaksanaan pilkades suasananya beda dengan Pileg dan Pilpres serentak yang baru lalu. Pelaksanaan pilkades lebih ramai disebabkan semua orang di desa saling mengenal dan banyak yang masih kental hubungan kekerabatannya” kata Sekretaris Daerah Indarto, Kamis (13/06) di hadapan peserta Rakor Panlak Pilkades serentak di aula Sasana Adi Praja Lt 3 Sekda.

Panlak juga harus cermat dalam penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sampai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Cek kembali DPS melalui kadus, ketua RW, dan Ketua RT apa daftar warga sudah masuk dan benar. Ini dilakukan karena seringkali sosialisasi DPS sudah dilakukan namun masyarakat banyak yang cuek dan tidak mau menanggapinya.

“Namun pengalaman menunjukan masalah seperti ini seringkali muncul justru setelah hari pencoblosan usai serta telah muncul pemenang” katanya.

 

Semoga dengan ketelitian dan persiapan yang matang, kata Indarto, penyelenggaraan pilkades dapat berjalan lancar, aman, dan sukes. Namun, apabila semua upaya telah dilaksanakan masih juga muncul permasalahan yang mengganggu, harap koordinasi dengan Camat.

“Apabila terjadi permasalahan yang mengganggu kondusifitas wilayah, Panlak agar segera berkoordinasi dengan Camat” pungkasnya.

 

Kepala Dispermades PPKB, Agus Kusuma, menyampaikan selain netral, panlak dituntut untuk disiplin, utamanya disiplin waktu. Berdasarkan pengalaman sebagai Sekretaris KPU, disiplin waktu ini menjadi kunci kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Sebab apabila rencana molor dari jadual, maka akan molor semua pekerjaan.

“Pegang teguh protap penyelenggaraan. Kalau sesuai jadual harus selesai minggu kedua, selesaikan juga sesuai waktunya. Apalagi pekerjaan yang berhubungan dengan rekanan. Kalau tidak mampu, ganti saja. Ingat, pegang ketat jadual perencanaan. Karena ini kunci sukses penyelenggaraan Pilkades” katanya.

 

Permasalahan lain yang seringkali muncul adalah masalah ijasah. Salah satu contoh, nama di KTP Achmad, namun di ijasah tertulis Ahmad. Kemudian ada upaya menambahkan hurur c untuk menyamakan nama. Akhirnya masalah ini menjadi masalah.

“Kalau ada permasalahan di Ijazah, apakah beda nama, ijasah lusuh, foto tidak jelas, dan seterusnya, konsultasikan saja langsung ke Dindikpora. Ini untuk menghindari permasalahan di kemudian hari” katanya.

 

Kabid Pemerintahan Desa dan Asset Desa, Aji Piluroso, menambahkan Rakor Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Gelombang III Kabupaten Banjarnegara dilaksanakan selama satu hari. Peserta Rakor terdiri dari  20 Camat, 20 Kasie Tapem, dan 197 Panlak Pilkades yang akan melaksanakan pilkades serentak pada tanggal 31 Juli 2019 mendatang.

“Pendaftaran peserta dimulai 14 Juni sampai dengan 22 Juni 2019. Harapan kami, pelaksanaan Pilkades serentak dapat berjalan lancar, aman, dan sukses. Sukses administrasi, sukses penyelenggaraan, dan juga sukses di mata masyarakat” katanya. (* eKo / DS)