DS – Paguyuban Haji Mudzalifah khitankan 839 anak. Jumlah ini dihitung sejak pertama kalinya Paguyuban Mudzalifah menyelenggarakan untuk pertama kalinya di tahun 2004 hingga pelaksanaan di tahun 2019 ini.  Total ada 16 kali pelaksanaan sunatan massal. Selain sunatan massal, paguyuban mudzalifa menyelenggarakan juga secara rutin santunan dhu’afa. Total dana yang disalurkan hampir mencapai Rp 1 M.

“Total jumlah dana terkumpul tepatnya Rp 944.809.000;- Dana sebesar itu telah disalurkan untuk bantuan dhuafa berupa beras sejumlah 39,770 kg dan untuk khitan sebanyak 839 anak. Jumlah ini termasuk yang dikhitan hari ini” kata Ketua Paguyuban Mudzalifah, Pudjianto, Minggu (16/06) di sela-sela pelaksanaan kegiatan sunatan massal.

Kegiatan sunatan massal kali ini diikuti oleh 38 peserta dari 8 kecamatan. Pelaksanaannya diawali dengan seremoni dan pensyahadatan bersama di aula Sasana Bhakti Praja komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara. Sementara untuk pelaksanaan khitan dilalukan di aula bagian belakang setda.

“Untuk kegiatan ini masing-masing peserta khitan mendapatkan obat-obatan lengkap, pakaian lengkap, uang saku Rp 100 ribu, satu buah bola sepak lengkap dengan seragam bola” kata Ketua Paguyuban Pudjianto, di sela-sela acara.

 

penasehat Paguban Muzdalifa, Sutedjo Slamet Utomo dan ketua paguyuban Pudjianto berpose dengan peserta sunatan massal

 

Sedangkan penyantunan dhuafa tahun 2019 ini disalurkan 3,2 ton beras kepada keluarga miskin di 10 kecamatan. Jumlah itu dibagikan dalam bentuk paket sembako.

“Sejumlah 550 paket dibagikan kepada dhuafa dan 90 paket disalurkan untuk yayasan yatim piatu” katanya.

Usai dilaksanakan sunatan massal agenda kegiatan dilanjutkan dengan halal bi halal di Sasana Bhakti Praja. Pada kesempatan ini diserahkan bantuan sarana ekonomi produktif pada warga misikin.

“Bantuan diserahkan kepada 4 orang warga saat acara halal bi halal usai acara khitanan massal ini” katanya.

Sekretaris Daerah Indarto mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh paguyuban mudzalifah ini. Salah satu harapan terbesar dari pelaksanaan ibadah haji adalah memperoleh predikat haji mabrur. Dimana wujud yang dapat terlihat adalah keberadaan seorang haji membawa manfaat lebih pada lingkungan sekitarnya. Karena itu melihat pada istiqomahnya kegiatan yang dilaksanakan oleh paguyuban mudzalifah sejak awal berdirinya, maka begitu banyak manfaat yang diperuntukan bagi sesama.

“Kegiatan social dan bantuan bagi kaum dhuafa yang diselenggarakan oleh paguyuban mudzalifah ini sangat bermanfaat dan sangat berarti bagi tekad bersama mewujudkan Banjarnegara bermartabata dan sejahtera. Semoga Allah SWT memberikan pahala yang berlipat lipat bagi jamaah haji paguyuban mudzalifah” katanya.

Penasehat paguyuban, Sutedjo Slamet Utomo mengatakan pihaknya terus memotivasi pengurus dan anggota untuk terus konsisten dengan berbagai program yang sudah dijalankan selama ini. Hal ini didasari pada kemanfaatannya, tidak saja bagi orang lain namun juga bagi jamaah haji itu sendiri yang menjadikannya lebih bertaqwa. Karena itu, katanya, Dia ingin jamaah haji lain juga ikut berpartisipasi karena itu paguyuban haji mudzalifah pun membuka diri bagi jamaah haji lainnya.

“Paguyuban Haji Mudzalifah tidak dikhususkan untuk jamaah haji tahun 2003. Keanggotaaanya terbuka bagi jamaah haji yang ingin bergabung. Sejumlah jamaah haji lain yang tidak satu kloter juga banyak yang sudah bergabung” katanya. (**_eKo / DS)