DS – Waspada penyebaran paham radikal yang ada di tengah masyarakat. Terutama yang menyasar kalangan anak-anak muda. Ditengarai upaya penyebaran paham radikal ini dilakukan dengan menempuh berbagai jalur yang ada. Pada umumnya karena mereka menyasar anak-anak muda, para penyebar paham ini menyukai memanfaatkan sekolah-sekolah untuk menyebar pahamnya. Meski kasus ini belum ditemui di Banjarnegara, namun kewaspadaan ini tetap diperlukan mengingat di daerah kabupaten tetangga sudah ditemukan kejadian perkaranya.

“Pada kasus di daerah tetangga Kabupaten Banjarnegara tersebut, kebetulan pelakunya oknum Guru yang berpaham radikal. Dia memanfaatkan waktu 15 menit sebelum bel pelajaran mulai untuk menyebarkan pahamnya dengan cara masuk ke kelas siswa secara bergantian. Memberikan materi namun di dalamnya disisipi materi radikalisme” kata Kapolres Banjarnegara melalui Kasat Intel AKP Tri Hartanto, Rabu (10/07) di hadapan peserta Silaturahmi dan Pembinaan Ormas, LSM, dan OKP Kabupaten Banjarnegara tahun 2019 di Sasana Bhakti Praja Setda.

 

Akibat disusupi paham radikal, siswa mulai ada yang tidak mau ikut upacara. Bahkan ada yang tidak mau hormat terhadap bendera Sang Saka Merah Putih. Ditengarai juga, lingkungan pendidikan yang jadi ladang penyebaran paham radikal ini sampai tingkat Perguruan Tinggi.

“Di ibu kota Provinsi ditemukan adanya Dosen yang menganut paham radikal. Ini patut menjadi kewaspadaan” katanya.

Yang perlu dicermati, kata Tri, paham radikal ini pengaruhnya berjalan lama, dan akan diketahui beberapa tahun kemudian.

“Saya rasa, fenomena munculnya anak-anak muda radikal belakangan ini bisa jadi merupakan hasil dari penyebaran paham radikal ini pada waktu beberapa tahun sebelumnya. Oleh karena itu, saya mengharapkan kerjasama semua pihak untuk ikut mewaspadai penyebaran paham radikal di kalangan anak-anak muda melalui berbagai jalur yang ada” katanya.

 

Suasana pelaksanaan kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Ormas, LSM, dan OKP Kabupaten Banjarnegara tahun 2019, Rabu (10/07) di Sasana Bhakti Praja Setda.

 

Kepala Kesbangpolinmas Sila Satriana mengatakan Silaturahmi dan Pembinaan Ormas, LSM, dan OKP dilaksanakan selama 1 hari dan diikuti 80 peserta. Mereka terdiri dari unsur pengurus Organisasi Masyarakat (ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Organisasi Kepemudaan. Narasumber kegiatan terdiri dari tiga unsur yaitu Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jateng, Kapolres Banjarnegara yang dalam hal ini diwakili oleh Kasat Intel, dan Dandim 0704 Banjarnegara yang diwakili oleh PASI intel.

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah agar ormas, LSM, OKP dapat berperan sebagai mantra Pemerintah Daerah yang sejalan dengan pembangunan daerah dan juga agar mereka lebih berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat di segala lini” katanya.

Hal tersebut berkaitan erat dengan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan yaitu terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. Untuk mewujudkannya, kata Sila, maka diperlukan tiga pilar yang harus bersinergi yaitu pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dalam hal inilah pentingnya masing-masing pihak mengambil peran sesuai porsinya masing-masing.

“Di dalam kontek ini, peran Ormas, LSM, dan OKP sebagai mitra pemerintah bukanlah menjadi pihak yang selalu berseberangan untuk menjatuhkan, namun sebaliknya memberi masukan kebijkan guna perbaikan dan penyempurnaan ke depan dengan gaya yang santun” katanya. (*_eko / DS)