DS – Monumen Dr Sulistyo di Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara dikunjungi 160 biro perjalanan wisata se Indonesia. Mereka merupakan anggota Perhimpunan Biro Perjalanan se eks Karesidenan Banyumas (Pebemas). Kegiatan tersebut ini dilaksanakan dalam rangka mempromosikan potensi wisata di Banjarnegara dan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas.

Ketua Pebemas, Kardio meyakini kedatangan 160 biro perjalanan wisata se Indonesia ini akan berdampak pada meningkatkanya kunjungan wisatawan.

“Mereka datang dari berbagai daerah, Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga Bali dan akan mempromosikan beberapa objek wisata di Banjarnegara antara lain, Dieng, Tampomas dan Monumen Dr Sulistyo ini,” katanya

Kardio menambahkan, kunjungan ke objek wisata tidak hanya dilakukan di Banjarnegara tetapi juga di Purbalingga. Ke depan untuk menambah jumlah kunjungan wisatawan, pihaknya berencana akan membuat paket wisata untuk jalur Banjarnegara-Purbalingga.

“Tujuannya agar sektor pariwisata di dua Kabupaten itu akan semakin maju” katanya.

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan di Banjarnegara. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan yang baik agar destinasi wisata yang ada di Kabupaten Banjarnegara semakin dikenal berbagai daerah.

“Selain itu, dengan adanya tempat wisata yang dikelola dengan baik diharapkan simpul-simpul perekonomian akan muncul dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya,” tuturnya

Berkaitan dengan Monumen Dr Sulistyo yang menjadi salah satu tujuan kunjungan para biro perjalanan wisata ini, Wabup yang juga ketua panitia pembangunan monumen menilai hal itu memiliki makna besar. Keberadaan monumen tersebut untuk mengingatkan dan menjaga semangat Dr Sulistyo dalam memperjuangkan pendidikan dan nasib para guru ketika itu.

“Ditempat ini Dr Sulistyo dimakamkan. Kemudian dibangun monumen sebagai bentuk penghormatan para pelaku pendidikan untuk jasa-jasa Sulistyo, khususnya para guru,” tuturnya

Seiring berjalannya waktu tempat tersebut menjadi tempat wisata religi dan pendidikan. Kompleks makam dibangun dengan beberapa fasilitas karena banyak guru-guru berdatangan dari berbagai daerah untuk berziarah. Ditempat ini juga akan dijadikan pusat studi konservasi dan literasi , pungkasnya. (amar)