DS – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bekerja sama dengan Universitas Sains Ilmu Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo menyelenggarakan sekolah legislasi di Aula Wahana Karya Praja Lantai II Setda. Kegiatan ini dimaksudkan untuk membekali calon legislator baru akan wawasan ketatanegaraan, pengetahuan dan tata cara persidangan di DPRD.

“Peserta dibekali pengetahuan tentang tata cara sidang, pemandangan umum, rapat-rapat, pembahasan perda, tugas pokok dan fungsi anggota DPRD, serta penyampaian aspirasi dari warga” kata Ketua KNPI, Zarkasi, Senin (28/07) di sela-sela kegiatan.

 

Kegiatan ini terselenggara didasarkan juga pada pegalaman di lembaga legislative sebelum ini dimana tidak seluruh anggota dewan baru dapat langsung menyesuaikan dengan lingkungan kerja DPRD. Sekolah ini untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya ketidakpahaman. Pengalaman menunjukan kerap ditemui terjadi kesalahan-kesalahan kecil namun menggelikan saat legislator baru ini tampil membacakan laporan di sidang-sidang pertama mereka.

“Bagi mereka anggota Dewan lama tentu sudah mengenal dan memahami, namun bagi anggota Dewan terpilih semua ini merupakan hal baru dimana pada kondisi ini tidak semua anggota baru tersebut dapat segera menyesuaikan” ujarnya.

 

Peserta Sekolah Legislagi KNPI-UNSIQ tengah mendengarkan materi

 

Sekolah legislasi berlangsung sehari dan diikuti oleh 28 Caleg DPRD terpilih. Materi diberikan oleh Pengajar Ilmu Politik dari UNSIQ, Selain pembekalan teoritis, peserta dibekali juga dengan praktek simulasi sidang dan rapat-rapat DPRD. Simulasi ini dimaksudkan untuk menggambarkan keadaan sesungguhnya saat kegiatan Dewan dilaksanakan agar pengetahuan yang diberikan mudah dipahami oleh peserta.

“Harapannya dengan pembekalan ini, pada saatnya nanti dilantik dan bergabung menjadi anggota DPRD, calon anggota DPRD terpilih tersebut dengan cepat menyesuaikan dan bersinergi dengan anggota Dewan lama yang terpilih kembali” katanya.

 

Ketua Prodi Ilmu Politik pada UNSIQ, Irwan abdul Nugroho, mengatakan sampai saat ini sekolah legislasi telah diselenggarakan pihaknya di Wonosobo, Temanggung, Magelang, Kebumen, dan kini di Banjarnegara. Tujuannya untuk memberikan wawasan bagi caleg tentang fungsi dan tugas anggota dewan. Alasan utama mengapa sekolah legilasti ini penting adalah seringkali legislator baru mau belajar tentang fungsi dewan justru sambil berjalan saat mereka mulai aktif. Kalau mengikuti pendapat tersebut akan butuh waktu lama, sementara banyak Perda yang harus disahkan oleh Dewan. Padahal legislator baru dituntut untuk segera aktif melaksanakan tupoksinya.

“Sekolah Legislasi ini hadir untuk memberikan dasar-dasar utama tentang fungsi kedewanan,” ungkapnya. (*_eKo / ed DS)