DS – Kini saatnya pariwisata mengutamakan kebersihan obyek wisata. Hal ini dilakukan tidak hanya untuk keindahan semata namun juga untuk kelestarian obyek wisata itu sendiri. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Minggu (04/08) saat membuka kegiatan Dieng Culture Festival (DCF) X di komplek Candi Arjuna.

“Kami berterima kasih bahwa pada saat penyelenggaraan DCF 10 lingkungan pariwisata Dieng Nampak bersih sehingga enak untuk dilihat. Ini tentu berkat kegiatan Dieng bersih dan kesadaran masyarakat Dieng untuk menjaga lingkungan pariwisata tetap bersih” katanya.

Harapan kami untuk selanjutnya, para wisatawan juga terlibat aktif ikut menjaga lingkungan pariwisata. Sehingga obyek wisata dapat terjaga kelestariannya. Sebab kalau pariwisata terjaga baik, akan membawa dampak positif bagi semua sendi kehidupan.

“Hal ini seperti halnya event DCF. Semua pihak mengaku DCF ini sebagai kegiatan nguri-nguri budaya namun juga sebagai event pariwisata yang berdampak pada penguatan ekonomi kerakyatan” katanya.

 

Komplek Candi Arjuna terlihat bersih dari sampah

 

Terpisah, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan pihaknya serius menangani sampah di Dieng mengingat dampaknya bagi pariwisata. Oleh karena itu agar lebih terfokus ke depan Pemkab berencana membangun sejumlah tempat sampah dan direncanakan didirikan juga UPT Sampah di Dieng.

“Itu hanya dari segi fisik dalam upaya pengelolaan sampah. Namun lebih penting adalah budaya warga dan juga wisatawan untuk ikut aktif dalam menjaga kebersihan” katanya.

 

Ketua Dieng Bersih, Bob Maulana mengatakan untuk kegiatan Dieng Bersih pihaknya menyiapkan relawan lebih dari 200 orang. Para relawan tersebut tidak hanya berasal dari Banjarnegara namun juga berasal dari luar Banjarnegara yang memang berniat membantu menjaga Dieng tetap bersih. Pada kegiatan DCF X dari tanggal 2 – 4 Agustus mereka akan bekerja melakukan pembersihan kawasan obyek wisata setiap pagi dan petang.

“Kami memberikan jaminan bahwa usai pelaksanaan event lokasi akan kembali bersih. Bahkan lebih bersih dari kondisi kesehariannya” katanya.

 

Sementara itu, Pengelola Obyek Purbakala Dieng dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng, Wahyu Kristanto menyampaikan pihaknya tak kurang-kurang memanfaatkan berbagai event untuk mengkampanyekan kepada wisatawan untuk menjaga peninggalan purbakala seperti halnya Candi-candi Dieng. Baik dari masalah sampah maupun kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu kelestarian cagar budaya. Diantaranya menjauhkan suara keras dari kegiatan masyarakat yang dapat berdampak merusak cagar budaya, termasuk etika dan tata krama mengunjungi obyek purbakala.

“Perilaku wisatawan sampai sekarang masih dijumpai perlakuan yang salah seperti mencoret dinding candi, berdiri pada bangunan candi tidak pada tempatnya, maupun buang sampah sembarangan di lingkungan obyek wisata” katanya.  (*_eKo / DS)