DS – Ada yang berbeda pada pelaksanaan HUT ke 74 Republik Indonesia di Kabupaten Banjarnegara untuk tahun 2019 ini. Sebab, mulai tahun ini perayaan HUT RI tidak lagi berangkaian dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara. Hal ini karena adanya perubahan ketetapan tentang tanggal dan bulan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara.

“Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara semula ditetapkan tanggal 22 Agustus 1830, kini melalui Perda No. 06 Tahun 2019 hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ditetapkan tanggal 26 Februari 1571” kata Sekretaris Daerah Indarto, Jumat (16/08) membacakan laporan panitia di acara Malam Tirakatan di Pendopo Dipayudha Adigraha.

 

Dengan adanya perubahan tanggal hari jadi tersebut, maka upaya kami adalah mensosialisasikannya ke segenap lapisan masyarakat melalui berbagai media. Rencananya, memanfaatkan momentum tanggal 22 Agustus mendatang, panitia akan melaksanakan sosialisasi Hari Jadi di Pendopo Dipayudha Adigraha.

“Perubahan ini otomatis membawa konsekuensi berubahnya usia Kabupaten Banjarnegara. Jauh lebih tua dari perhitungan tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 itu Banjarnegara akan berusia 449 tahun” katanya.

 

Pada Malam Tirakatan dilaksanakan juga sejumlah acara diantaranya pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) oleh Bupati Banjarnegara. Pasukan pengibar bendera ini akan bertugas pada upacara bendera HUT RI tingkat Kabupaten yang dipusatkan di alun-alun Banjarnegara.

“Total jumlah personel ada 75 orang. Mereka akan dibagi dalam tugas sesuai pasukannya masing-masing” katanya.

 

Di penghujung acara malam tirakatan, diisi pengajian oleh Ustadz Kholid dari Kemenag. Sedang berkaitan dengan rangkaian peringatan HUT RI dan sosialisasi hari Jadi akan diselenggarakan pengajian dengan judul Sinau Bareng Cak Nun.

“Pada tanggal 22 Agustus malam sebagai puncak acara akan diisi pengajian Sinau Bareng Cak Nun di alun-alun kota Banjarnegara. Sebelumnya akan diadakan pesta rakyat di seputaran Pendopo Dipayudha Adigraha” pungkasnya. (*_eKo / ed DS)