DS – Di dalam rangka memperingati HUT ke 74 Republik Indonesia dan dalam rangka mensosialisasikan perubahan hari Jadi Kabupaten Banjarnegara, Pemerintah Desa Petambakan bersama warga menyelenggarakan kegiatan Karnaval. Kegiatan Karnaval diselenggarakan Sabtu (17/08) dan dilepas oleh Camat Madukara.

“Peserta Karnaval adalah warga RT – RT di desa Petambakan dengan rute mengelilingi desa. Untuk tema utama adalah merayakan HUT ke 74 RI” kata Kades Petambakan, Heri Setyo Pranadi, di lokasi acara.

 

Anak-anak pun ikut meramaikan kegiatan karnval dengan beragam peran yang dipilihnya

 

Selain HUT RI, karnaval ini juga menjadi media sosialisasi perubahan Hari Jadi Banjarnegara. Seperti diketahui Perda Nomor 06 Tahun 2019 menetapkan tanggal 26 Februari menjadi Hari Jadi Banjarnegara yang baru. Menariknya dari perubahan ini adalah disebutnya nama Banjar Petambakan sebagai cikal bakal Kabupaten Banjarnegara.

“Ketetapan ini pas dengan babad lokal. Di Desa Petambakan ada kampung Pungkuran. Nama pungkuran ini identik dengan kampong di belakang Rumah Bupati. Tentunya selain petilasan, warga meyakini awal Kabupaten Banjarnegara dulunya memang ada di wilayah Desa Petambakan” katanya.

 

Aneka peran dan karakter ditampilkan warga di Karnaval desa Petambakan, Kecamatan Madukara

 

Camat Madukara, Purwanto, mengapresiasi kegiatan perayaan HUT ke 74 RI dengan kegiatan kreatif karnaval. Dirinya pun tidak menyangka jika pesertanya sangat antusias mengikuti kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini. Wajah mereka sumringah dan berbagai karakter serta peran ditampilkan selama karnaval.

“Ini luar biasa ya. Biasanya Karnaval diselenggarakan di Kabupaten, tapi kali ini desa mampu menyelenggarakannya. Salut untuk desa Petambakan” katanya.

Selain itu, pada kesempatan yang baik ini perlu diinformasikan pada warga bahwa Hari Jadi Banjarnegara yang semula tanggal 22 Agustus, kini berganti menjadi tanggal 26 Februari. Jadi mulai tanggal 22 Agustus 2019 ini nanti, tidak ada lagi arak-arakan andong dari Banjar Watu Lembu, Banjarmangu menuju kota Banjarnegara.

Justru yang menarik dari perubahan hari Jadi ini, kata Purwanto, adalah munculnya nama Banjar Petambakan dalam latar belakang berdirinya Kabupaten Banjarnegara. Ini yang dikisahkan dalam sejarah Adipati Jaka Kaiman yang pada tanggal 26 Februari 1571 membagi empat Kadipaten Wirasaba menjadi Wirasaba, Merden, Banjar Petambakan, dan Kejawar.

“Kami tidak tahu persisnya, apakah yang dimaksud Banjar Petambakan ini sama lokasinya dengan nama desa Petambakan kini. Kalau sama, tentu ke depan peran Desa Petambakan akan sangat penting dalam setiap peringatan Hari Jadi Banjarnegara” pungkasnya. (*_eKo / ed DS)