DS – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara melalui Lazis Muhammadiyah menyerahkan bea siswa kepada 4 orang anak sekolah korban bencana tanah longsor Jemblung, Karangkobar. Penyerahan simbolis dilakukan di kantor Lazismu Banjarnegara Jl. Ahmad Dahlan, Banjarnegara, kemarin. Acara tersebut dihadiri oleh pengurus Lazismu, para penerima bea siswa dan wali siswa.

“Para penerima bea siswa terdiri dari 1 orang siswa SD, 2 SMP, dan 1 orang siswa SMA” kata Sekretaris Lazismu Nunik Triana, kemarin, usai penyerahan bea siswa.

 

Total penerima bea siswa, lanjutnya, sebenarnya ada 5 anak. Namun 1 anak yang bernama Puput Dewi Handayani dari Purwodadi Karangkobar, telah menyelesaikan sekolahnya di SMA Karangkobar tahun ini. Sehingga kini Puput tidak lagi menerima bea siswa. Jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi maka menjadi tanggungan pribadi.

“Sesuai ketentuan pemberian bea siswa diberikan kepada anak sekolah korban Jemblung hingga lulus sekolah setingkat SMA atau yang sederajat. Karena itu, Puput kini tidak lagi menerima bea siswa” katanya.

 

Bea siswa Muhammadiyah diberikan pada anak sekolah korban bencana longsor sejak tahun 2015. Tahun 2015 ini merupakan tahun terjadinya bencana yang menelan korban jiwa 100 orang lebih.

“Anak-anak ini dahulunya merupakan anak asuh MDMC yang bertugas di Jemblung, Karangkobar. Salah satu bagian dari Muhammadiyah yang tugasnya menjadi relawan bencana” katanya.

 

Badan Eksekutif Lazismu, Tristiyanto mengatakan besaran bea siswa yang diterima anak-anak berbeda sesuai jenjangnya. Selain itu, nilai beasiswa tiap tahunnya berubah menyesuaikan dengan kebutuhan anak-anak di tingkatan masing-masing dan juga fluktuasi nilai mata uang. Misal Reihan Affandi, siswa SDN 2 Sampang, putra dari Ibu Sarinah warga Dusun Tekik Sampang Karangkobar. Pada tahun pertama mendapatkan beasiswa nilai yang diperleh sebesar Rp3.000.000 untuk 1 tahun. Pada tahun ini Rehan Afandi mendapatkan Rp5.000.000;-

“Ketika Reihan duduk pada kelas XII atau kelas 3 SMA, Dia akan memperoleh bea siswa sebesar Rp 21 juta” katanya.

 

Biasanya mereka melakukan pengambilan manakala anak-anak membutuhkan dana untuk membeli sepatu untuk membeli baju atau untuk program-program sekolah yang lainnya yang tidak di cover oleh SPP seperti praktikum, study tour, dan sebagainya. Karena rata-rata anak bersekolah di Karangkobar, dalam menggulirkan program beasiswa tersebut lazis Muhammadiyah menggandeng lembaga keuangan BTM Banjarnegara cabang Wanayasa.

“Hal ini dilakukan untuk memudahkan kontrol dari lembaga lazismu kepada aktivitas penggunaan dana yang diharapkan bisa optimal untuk anak sekolah” katanya.

 

Salah seorang Wali Siswa penerima bea siswa, Ibu Sarinah mengatakan Dirinya merasa sangat terbantukan dengan adanya program bea siswa ini. Program ini, katanya, sangat berarti bagi dirinya dan orang tua lain penerima bea siswa.

“Sungguh sangat membantu sekali. Bea siswa ini datang bersamaan dengan waktunya kami harus menata kembali kehidupan yang baru saja tersapu bencana. Di sisi lain ada yang memikirkan biaya pendidikan anak-anak kami. Terima kasih para dermawan, terima kasih Muhammadiyah, dan terima kasih Lazismu” katanya. (*_eKo / DS)