DS – Ikan lokal khas Sungai Serayu seperti Baung dan Nilem kini mulai langka di habitatnya. Untuk mempertahankan kelestariannya, Pemerintah berupaya memperbanyak benih dengan cara restocking.  Selasa siang (02/09) Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, dan Direktur Jendral (Dirjen) Perikanan dan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Ir Slamet Soebijakto M. Si., melakukan penebaran benih ikan Baung, Nilem, dan udang galah di Sungai Serayu yang berlokasi di Pikas, Singomerto, Madukara.

 

Turut melakukan penebaran ikan antara lain Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Ir. Arik Hari Wibowo M. Si, Direktur Pakan dan Obat Ikan, Ir Mimid Abdul Hamid M. Sc, dan 15 kepala UPT pada Dirjen Perikanan dan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kegiatan juga diikuti oleh Forkompinda Banjarnegara, Anggota DPRD, Kepala OPD, camat Madukara dan pemerintah desa setempat.

 

Menurut Slamet  tiga jenis ikan yang ditebar di Sungai Serayu yaitu Baung, Nilem dan Udang Galah yang merupakan jenis-jenis ikan yang masuk kategori sudah hampir punah. Khusus untuk Baung dan Nilem, kedua jenis ikan ini merupakan ikan khas Sungai Serayu.

“Jumlah benih ikan yang ditebar 100 ribu benih ikan Baung, 100  ribu benih ikan Nilem, dan 3000 ekor induk udang Galah” katanya.

Kepunahan ikan khas lokal ini terjadi karena adanya penangkapan ikan berlebihan dan kurangnya kepedulian terhadap sungai. Sikap ketidakpedulian itu misalnya, membuang sampah di sungai sehingga ikan tidak bisa berkembang baik dengan baik. Di sisi lain, Pemda diminta untuk mengoptimalkan Perda yang mengatur tentang kelestarian sungai.

“Termasuk larangan membuang sampah ke sungai, serta tidak menangkap ikan berlebihan misalnya dengan menggunakan obat atau stroom” katanya.

Slamet menaruh harapan besar, upaya restocking ini dapat meningkatkan dalam jumlah besar populasi ikan-ikan yang saat ini sudah langka tersebut.

Bupati Budhi Sarwono menyambut baik aksi ini. Ia mengharapkan, jenis ikan yang sudah nyaris punah ini bisa lestari dan berkembangbiak dengan baik.

“Ikan Baung dan Nilem yang merupakan ikan khas Sungai Serayu saat ini sudah jarang ditemui lagi. Karena itu penebarannya di Sungai Serayu sudah sangat pas. Hal ini selain karena airnya deras sesuai karakter ikan ini, Sungai Serayu juga merupakan habitat aslinya” katanya. (Muji Prasetyo / ed DS).