DS – Korupsi, radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba mengancam serta merusak keutuhan bangsa. Diperlukan upaya bersama dari berbagai komponen bangsa untuk melawannya. Diantaranya lewat jalur pendidikan karakter yang dikembangkan Pramuka. Pramuka mengajarkan dan melatih kemandirian, cinta tanah air, rela berkorban, keberanian, cinta kasih, toleransi, saling tolong menolong, aneka keterampilan, dan juga ajaran nilai-nilai luhur.

“Nilai-nilai luhur yang ditanamkan melalui Gerakan Pramuka diyakini mampu menjadi benteng, khususnya bagi generasi muda dari berbagai pengaruh dan perbuatan korupsi, radikalisme, terorisme dan penyalahgunaan narkoba” kata Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin saat kegiatan Apel Besar Hari Pramuka ke 58 di Lapangan Ponjen, Kecamatan Pagedongan, Sabtu (14/9).

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin menjadi Pembina Apel Besar Hari Pramuka ke 58 di Ponjen, Pagedongan, Banjarnegara

 

Berbagai permasalahan khususnya hal- hal yang mengancam keutuhan NKRI, menjadi bagian penting yang seharusnya selalu diperhatikan Gerakan Pramuka. Oleh karena itu, kata Syamsudin, Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter mesti bisa menjadi pionir dalam membangun keutuhan NKRI.

 

Lebih lanjut disampaikan Syamsudin yang sekaligus juga Ketua Harian Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Banjarnegara, bahwa setiap anggota Pramuka merupakan pribadi yang bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Dia dituntut untuk menepati janjinya dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Keduanya merupakan bukti kesetiaan dan sepuluh kebijakan yang menjadi pedoman dalam bertingkah laku keseharian anggota Pramuka.

“Bersama segenap komponen bangsa, Gerakan Pramuka harus siap ikut serta untuk menjaga keutuhan NKRI melalui implementasi Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (*_amar / ed DS)