DS – Ada spirit nasionalisme di lomba gerak jalan Gayeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Spirit ini disuarakan oleh group putri SMK N 1 Bawang. Selain menyuarakan tema utama “Daur Ulang”, mereka juga mengkampanyekan cinta negeri. Dengan dandanan unik dan wajah dicat warna gelap, mereka menutup display di hadapan Wakil Bupati, Forkompinda, dan penonton di seputaran tenda utama  dengan menyuarakan “Papua milik kita. Papua milik NKRI”.

 

Kepala Sekolah SMK N 1 Bawang, Puwanto, Kamis (26/09) mengatakan penampilan group putri SMKN 1 Bawang ini memang sedikit beda. Dan itu lahir dari inisiatif dan proses kreatif mereka sendiri.

“Ini bisa dibuktikan bila kampanye cinta negeri ini tidak disuarakan oleh group prianya. Mereka tampil dengan penampilan, kreasi gerak dan yel-yel yang berbeda” katanya.

 

Kampanye cinta negeri ini dilatarbelakangi keprihatinan anak-anak terhadap saudara-saudara di Papua. Lewat gerak jalan gayeng ini, mereka ingin menyuarakan kecintaan pada Papua dan pada NKRI di hadapan masyarakat Banjarnegara. Mungkin mereka juga ingin berbagi empati ini pada masyarakat Banjarnegara.

“Jadi tidak sekedar mengeksploitasi pakaian, gerak maupun nyanyian yang lucu-lucu, tapi ada pesan yang disuarakan yaitu perasan senasib sebagai satu bangsa dalam wadah NKRI” katanya.

 

Ketua KNPI, Djarkasi mengatakan kegiatan gerak jalan gayeng ini merupakan agenda rutin tahunan KNPI yang sudah dilaksanakan untuk yang kesekian kalinya. Ciri dari gerak jalan gayeng adalah pada penampilan peserta dengan dandanan yang unik dan lucu. Selain itu, mereka juga dibebaskan berkreasi koreografi gerak dan yel-yelnya. Pada kegiatan kali ini, gerak jalan Gayeng dilaksanakan satu hari, Kamis (26/09) dengan rute seputaran kota Banjarnegara. Start di Jl. A. Yani depan kantor Bupati dan finish Joglo Alun-alun Kota.

 

Group putri SMK N 1 Bawang tampil di hadapan tamu undangan

 

Apa yang ditampilkan oleh group putri SMK N 1 Bawang ini, kata Djarkasi, sangat menarik karena mencerminkan suara anak muda Banjarnegara. Padahal kita tinggal di tempat yang jauhnya ribuan kilometer dari Papua, namun terikat perasaan sebagai satu bangsa. Satu bangsa dalam wadah NKRI.

“Salut sekali sebab nilai-nilai kebangsaan ini lahir dari kalangan generasi milenial. Generasi gadget yang begitu terbuka dengan berbagai tantangannya, namun masih menjunjung tinggi nilai-nilai kecintaan sebagai satu bangsa” katanya.

 

Tema kegiatan, lanjutnya, adalah daur ulang. Pilihan pada issue lingkungan ini karena pihaknya ingin menanamkan cinta lingkungan pada masyarakat. Utamanya adalah generasi muda. Pada kegiatan kali ini dapat dilihat bagaimana peserta berkreasi dengan aneka bahan plastik yang dibuat pakaian dan aksesoris penampilan. Ada juga yang berkreasi dengan materi dedaunan seperti dari daun jagung yang dijadikan hiasan kepala dan pakaian.

“Gerak dan koreografi peserta juga mengundang tawa. Biasanya mereka mengadaptasi lagu populer namun syairnya diganti dengan kalimat lucu-lucu. Sangat menghibur. Ini juga menjadi tujuan kami dalam penyelenggaraan gerak jalan gayeng, memberi hiburan gratis dan murah bagi warga” katanya.

 

Penampilan salah satu group peserta gerak jalan gayeng di hadapan tamu undangan VIP

 

Ketua Pelaksana Haornas, Kabag Kesra Teguh Handoko, menambahkan gerak jalan gayeng diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah dan umum. Umum ini meliputi OPD maupun warga masyarakat. Kejuaraan diambil juara 1, juara 2, dan juara 3 untuk kelompok pelajar dan juga untuk kelompok umum. Pemenang akan memperoleh Piala, piagam, dan uang pembinaan.

“Juara 1 pelajar maupun umum masing-masing memperoleh Rp 2 juta. Juara 2 memperoleh uang pembinaan Rp 1,5 juta, dan juara 3 memperoleh Rp 1 juta” katanya. (*_eKo / ed DS)