DS – Bupati Budhi Sarwono rela ‘nyemplung’ got saat melakukan inspeksi pembangunan trotoar di jalan Dipayuda utara Kantor Setda Banjarnegara, Jumat (27/9/2019). Di dalam got, bupati yang akrab disapa Wing Chin ini memeriksa pondasi dan sistem drainase, terutama mengantisipasi datangnya musim hujan. Ia didampingi Kepala DPU PR Tatag Rochyadi.

“Saya perlu masuk got, karena ingin memastikan kualitas drainase dan pondasinya. Ternyata ini bagus, cukup luas dan memadai. Bahkan bisa dimasuki dua orang sehinga mudah membersihkan,” kata Wing Chin dari dalam got.

Budhi berharap, sebelum hujan turun pembangunannya sudah selesai. Hal ini agar semuanya lancar. Sekalian untuk mengecek bagaimana fungsinya kala hujan. Sebab salah satu tujuan dibangunnya drainase yang baru adalah untuk mengantisipasi musim hujan.

“Saya optimis drainase yang baru dapat menampung hujan sehingga jalanan tidak banjir,” jelas bupati.

Bupati menambahkan, dirinya telah memerintahkan agar sebelum pekerjaan drainase kota yang diserahkan kepada Pemkab harus dibersihkan dulu dari semua sedimen lumpur dan sampah.

“Yang pasti, sebelum pekerjaan diserahterimakan, kami minta gorong-goronya dibersihkan dulu dari semua sedimen lumpur dan sampah, dan tentunya wajah trotoar itu sendiri harus bersih. Jika tidak dibersihkan terlebih dulu, tidak akan kami terima,” katanya.

 

Sementara itu Kepala DPU PR Tatag Rochyadi menjelaskan, Pemkab tengah memperluas pembangunan trotoar yang representatif dan ramah pdestrian serta kaum difabel. Tahun ini tengah dibangun dan renovasi trotoar di ruas jalan wilayah perkotaan, yaitu berada di Jalan Dipayuda dan Jalan Pemuda.

Untuk konsep desain, Tatag menjelaskan bahwa konsepnya mencontoh trotoar yang ada di sebuah kawasan elit di Serpong, Kota Tangerang.

“Tentunya kita bikin yang bagus dan indah. Ya, pendekatannya trotoar yang di kawasan Tangerang itu” imbuh Tatag.

Pembuatan trotoar ini, kata Tatag, diprioritaskan di ruas jalan menuju tempat-tempat pelayanan publik dan fasilitas umum, agar lebih mudah dijangkau penyandang disabilitas.

“Sebentar lagi di kompleks Masjid An Nur juga kita benahi, kita bagusi karena itu fasilitas umum yang sering dikunjungi masyarakat,” imbuh Tatag.

Jelang musim hujan, Pemkab Banjarnegara terus melakukan percepatan pembangunan torotar, Bahkan pengerjaannya dilembur hingga dini hari. Salah seorang pekerja, Sabar, mengaku terus lembur untuk merampung kan pekerjaan.

“Pekerja kami 12 orang kini lembur terus. Karena untuk finishing lebih cepat dan garapan lebih rapih kalau malam hari,” kata pria asal Tulungagung, Jawa Timur ini, sembari mengerjakan motif pada trotoar di dekat Kompeks Setda.

Mereka memberi sentuhan warna pada proses akhir finishing dinding atau lantai trotoar. “Hasilnya lebih indah dan tidak bakal luntur,” ujarnya.

Pembangunan trotoar ini sealin untuk penataan kawasan perkotaan, juga mengakomodir banyaknya keluhan warga. Kondisi pedestrian di beberapa ruas jalan di Banjarnegara, sebelumnya cukup memprihatinkan. Selain gelap pada malam hari karena lampu jalan yang mati, kondisi trotoar juga rusak dan terangkat akibat dorongan akar pohon peneduh di sekitarnya.

Bupati Budhi Sarwono juga menggalakkan pemasangan lampu penerang di berbagai penjuru kota. Namun untuk renovasi trotoar di dalam kota baru bisa telaksana tahun ini.

Pembangunan trotoar dan drainase perkotaan dianggarkan dari dana APBD sebesar Rp. 1.857.000.000, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, saat ini progresnya mencapai 70 persen*** (Muji Prast).