DS – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Senin (30/09) meninjau pembangunan ruas jalan Kebutuh jurang- Duren-Kebon dalem hingga Wanadri. Meski pembangunannya belum rampung dan baru mencapai kisaran 80% pekerjaan, namun sebagian ruas jalan yang telah selesai mulai dimanfaatkan warga masyarakat. Penampilan jalan yang mulus dan lebih nyaman untuk dilalui membuat sejumlah warga menyatakan kepuasan dan terima kasihnya pada Bupati yang ditemuinya saat peninjauan.

 

Budhi mengingatkan bahwa jalan Duren meskin sudah halus, namun tipikal jalannya sangat curam.  Pengguna jalan ini dihimbau jangan ngebut. Berkait dengan ini, Dia akan mengajak Forkompinda dan OPD untuk melihat langsung keadaan jalan agar bisa ditemukan solusi keselamatan jalan.

“Tipikal jalan seperti  ini merupakan jalan rawan dan berbahaya. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kiranya perlu dipasang rambu-rambu jalan demi keselamatan pemakai jalan,” imbuhnya.

 

Ia juga berpesan pada warga Desa Duren dan sekitarnya untuk bisa mendukung sepenuhnya pengerjaan jalan ini,  apabila dalam pembangunan jalan ada permasalahan di lapangan untuk didukung sepenuhnya keamanannya.

“Kalau memang ada tanah yang terkena perbaikan jalan untuk segera diatasi” imbuhnya.

 

Kepala DPU PR Tatag Rochyadi mengatakan, jalan yang menghubungan Desa Kebutuhjurang-Duren-Kebondalem ini dibangun menggunakan anggaran APBD tahun 2019  kurang lebih menelan biaya Rp. 80 miliar. Ditargetkan sebelum musim hujan Nopember tahun ini  ruas jalan ini sudah selesai pekerjaannya.

“Jalan ini dikerjakan dengan  kontruksi rigid  beton  supaya kuat dan tahan lama karena banyak kondisi tanah di desa Duren yang labil.  Sekarang sudah joss, hampir semua,” katanya.

 

Ucapan Terima Kasih Warga

Mbah Mudiarjo (60 th), warga desa Duren Kecamatan Pagedonga menyampaikan terima kasih pada Bupati Wing Cin, begitu Dia menyebut, akan kondisi jalan di desanya yang sekarang jauh lebih bagus. Dia tidak menyangka, mimpi memiliki jalan desa yang bagus dan mulus akan terwujud di uisa tuanya. Mudiarjo meyakini jalan yang bagus dan mulus akan membawa kemudahan pada banyak hal diantaranya adalah memudahkan dan melancarkan sarana transportasi membawa hasil tani ke kota, anak sekolah menjadi lebih mudah, kendaraan lebih awet, dan banyak hal lainnya.

“Matur nuwun Pak Wing Chin. Dalane pun alus. Apa-apa dadi kepenak. Maring kota kepenak, adol hasil tani ya kepenak. Mangkat sekolah bocah dadi sumringah. Wong wadon meteng ya dadi gampang nuju maring Puskesmas” katanya.

 

Keuntungan jalan bagus dan mulus disampaikan Wahudi (35 th), warga Duren, yang baru melintas dari Puskesmas. Ia melewati jalan ini dengan mengendari sepeda motor berboncengan denan anak-istrinya. Perbedaan mulusnya jalan jelas sangat kentara dibandingkan kondisi jalan rusak sebelumnya. Karena itu, Dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Wing Chin yang telah memungkinkan semua ini terjadi.

“Terima kasih Pak Wing Chin. Jalan bagus membuat aktivitas jadi mudah. Perjalanan pergi-pulang dari Puskesmas juga jadi mudah” katanya.

 

Jalan untuk Sarana Peningkatan Ekonomi

Pada peninjauannya kali ini, Budhi menyempatkan singgah di balai desa Duren dan menemui warga di Kantor Desa. Dia menghimbau agar memanfaatkan jalan yang sudah bagus ini tidak hanya sebatas akses jalan untuk keluar masuk desa, namun mulusnya jalan hendaknya dimanfaatkan untuk peningkatan aktivitas yang lebih bernilai seperti halnya aktivitas yang mendorong peningkatan nilai ekonomi warga.

“Warga yang berprofesi pedagang dapat memanfaatkan jalan mulus ini untuk meningkatkan volume perdagangannya karena tidak khawatir akan kesulitan transportasi. Pelaku usaha dapat mengundang investor masuk jauh ke dalam desa, jangkauan anak untuk bersekolah menjadi lebih luas, dan seterusnya,” katanya.

 

Mengingat manfaatnya yang luas dan juga bagi orang banyak, kata Budhi, maka jalan ini harus dijaga dengan baik juga agar kemanfaatannya bisa lama umurnya. Di dalam hal merawat jalan, anggaplah jalan ini seolah milik sendiri sehingga merawatnya akan sungguh-sungguh dan lebih baik lagi.

“Jangan biarkan air mengaliri jalan, nanti jalan menjadi cepat rusak. Kalau drainase jalan terhambat, cepat singkirkan agar air mengalir. Ora perlu pediren. Sapa sing nang pedeke. Apalagi saat musim hujan nanti” pungkasnya. (*_Mujipras/eKo/ed DS)