DS – Tukang parkir Karangkobar yang tergabung dalam Asosiasi Parkir Karangkobar (Asopak) menyunatkan 16 anak. Mereka adalah anak-anak yang berasal dari keluarga pra sejahtera. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan Pemerintah Kecamatan, Puskesmas dan Ikatan Perawat setempat, di kompleks Pasar Pisang Karangkobar, Senin (07/10).

“Setiap anak peserta khitan memperoleh bingkisan, baju, makan, sarung, serta uang saku Rp 200 ribu, dan bola sepak” kata Ketua Asopak, Haryanto.

 

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengucapkan terima kasih atas peran serta komunitas parkir yang punya ide brilian untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Dia mengajak asopak untuk terus berkarya membangun Banjarnegara.

“Mari bersinergi membangun masyarakat Banjarnegara dengan karya yang positif,” katanya.

 

Budhi juga berpesan kepada anak-anak peserta khitan untuk terus meningkatkan amal saleh, patuh kepada orang tua dan mengembangkan silaturahmi dengan sesama.

“Jadilah anak sholeh yang dapat menjunjung nama baik diri, keluarga dan bisa mengharumkan nama Banjarnegara”.

 

Drumband tampil sebagai salah satu pengisi acara sunatan massal yang diselenggarakan Asopak, Senin (07/10)

 

Sementara itu, salah seorang orang tua peserta khitan, Ahmad, warga Karangkobar, mengaku senang dan sangat tertolong dengan adanya sunatan massal. Kebetulan, kata Ahmad, anak minta sunat namun kondisi ekonomi keluarga tengah sulit. Karena itu, kehadiran acara ini sangat terasa sekali pengaruhnya bagi keluarganya.

“Alhamdulillah, anak kami akhirnya bisa disunat,” katanya.

 

Sunatan massal dihadiri oleh Muspika Karangkobar, tokoh agama dan masyarakat. Anak-anak yang dikhitan dikiriba dengan becak diiringi drumband dan rebana. Acara ditutup dengan pengajian oleh KH Khayaul Makky SH, pengasuh Ponpes Tanbighul Ghofilin, Mantrianom. (*_Mujipras / ed DS)