DS – Angin kencang dilaporkan melanda wilayah kecamatan Batur sejak Minggu (20/10) pukul 18.30 wib – sampai Senin pukul 23.00 wib saat berita ini ditulis. Hanya saja intensitas tidak sekuat hari sebelumnya. Namun bencana angin kencang sudah mengakibatkan warga mengalami ketakutan.

Laporan saksi mata mengatakan angin kencang mulai terasa dari Grogol, Bakal, Karangtengah, Dieng Kulon, Kepakisan, Pekasiran, Pesurenan, dan Sumber. Namun dengan luasan wilayah terdampak yang berbeda-beda.

“Dari apa yang saya lihat, paling parah di wilayah Bakal. Atap rumah hancur dan seng beterbatangan” kata relawan BPBD, Jamroh, Senin (21/10).

 

Rumah terdampak anging kencang di Kecamatan Batur (foto Istimewa)

 

Selain menghancurkan atap rumah, sekolah, warung, maupun bangunan lainnya angin kencang mengakibatkan robohnya sejumlah pohon di berbagai tempat. Pohon tumbang ada di wilayah Karangtengah, jalan dekat kantor PT. Geodipa Unit Dieng, dan jalan tembus menuju Batang.

“Pohon tumbang di jalan tembus Batur-Batang sampai membuat jalan tertutup total. Dilaporkan juga robohnya pohon ini menimpa mobil berpenumpang milik warga Sumber. Akibatnya penumpang harus dirawat di Rumah Sakit” katanya.

 

Pohon tumbang menutup jalan

 

Menurutnya, angin kencang yang ditemuinya sekarang ini merupakan yang paling parah dari yang pernah dijumpainya. Seng-seng berterbangan, atap rumah hancur, gemuruh suara angin yang menghantam apa saja, pohon maupun rumah serta pekatnya cuaca menambah seram keadaan. Kondisi ini membuat was-was saat melakuakan evakuasi warga dari rumahnya yang sudah hancur ke rumah kakak di sebelahnya. Apalagi angin sangat kuat hingga menerpa.

“Saya berdiri seperti melawan arus air yang sangat deras. Tubuh tidak mampu tegak karena kuatnya dorongan angin, bahkan serasa hampir melayang ikut terbang” katanya.

 

Kepala UPTD Dieng, Aryadi menambahkan angin kencang juga menerpa wilayah Desa Dieng Kulon. Atap rumah hancur dan pohon-pohon tumbang. Kawasan wisata Ding juga ikut terhampar angin kencang ini.

“Angin kencang menerbangkan atap-atap warung di kawasan Wisata Kawah Si Kidang” katanya.

 

Sejumlah warung di kawasan kawah Sikidang mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang

 

Sementara itu, Kepala Sekolah  SMP N 1 Batur Hari Teguh Wibowo melaporkan akibat kencang yang melanda sekolahnya mengalami kerusakan ringan. Dari pendataan awal kerusakan yang terjadi di sekolahnya Ruang kelas 7 a atap 40%  terlepas, ruang parkir atap terlepas 80%, kanopi 20 % terlepas, ruang kepala sekolah atapnya 30% terlepas

“Karena sampai Senin pagi angin masih bertiup kencang dan siswa mengalami ketakutan berada di kelas, serta di keluar kelas debu berhamburan maka pihaknya mengambil kebijakan anak-anak belajar di rumah” katanya.

Kepala Pelaksana Harian BPPD, Arif Rahman mengatakan di wilayah kecamatan Batur ada dua bencana terjadi hampir bersamaan yaitu Angin Kencang dan Kebakaran hutan. Dari dua bencana ini dilaporkan korban jiwa nihil. Pihaknya sudah mengirimkan tim relawan sejak hari pertama bencana hingga hari ini. BPBD dan relawan melakukan assesmen terkait rumah terdampak angin kencang di Dusun Tlagabang dan ke desa terdampak lainya.

“Tim melakukan cek lokasi dan assesmen untuk memetakan kerusakan dan kebutuhan untuk penanggulangan bencana” katanya. (*_eKo / ed DS)