DS – Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin membuka Seminar Tata Rias Pengantin Muslim Modifikasi dan Sunda Siger Klasik di Golden Ballroom Surya Yudha, Senin (28/10). Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membangkitkan semangat untuk berkarya, terutama bagi generasi muda. Karena itu, Dia meminta para peserta untuk mengikuti seminar dengan baik dan mendapatkan ilmu untuk mengembangkan kreativitasnya.

“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara dalam memahami dan mendalami kearifan budaya lokal yang dipadukan dengan kemajuan kehidupan sosial sehingga akan hadir karya-karya yang mampu memperkaya khasanah budaya, khususnya di Banjarnegara,” katanya

 

Kegiatan ini merupakan hal positif yang menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjarnegara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tumbuhnya simpul-simpul perekonomian di Kabupaten Banjarnegara. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Banjarnegara.

“Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, maka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banjarnegara juga akan ikut meningkat. Maka Banjarnegara yang bermartabat dan sejahtera akan dapat diwujudkan,” tuturnya.

 

Narasumber Seminar, Arif Rahman, tengah memberi contoh riasan artis

 

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Sekretaris HARPI Melati Banjarnegara, Ning Aswita mengatakan, penyelenggara Semina adalah DPC Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Banjarnegara. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai ajang belajar Make Up Artist (MUA) muda dengan menimba ilmu langsung dari juru rias profesional kelas internasional dan Juara Inez Beauty Award 2016, Arif Rahman Hakim.

“Peserta yang ikut berjumlah 280 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Banjarnegara, tetapi juga dari Wonosobo, Banyumas, Purbalingga dan Cilacap” katanya.

 

MUA saat ini, kata Ning, menjadi salah satu profesi yang cukup menjanjikan. Di Banjarnegara sendiri sudah banyak perias-perias yang sudah profesional dan ternama seperti Ernawati Palandra, Yudi Subagja, Eka Ayu, Triana Rahmawati.

“Perias dari Banjarnegara banyak yang handal dan terkenal di Jawa Tengah,” katanya

 

Salah satu peserta, Atika Atmaja, mengaku baru pertama kali mengikuti seminar tata rias. Dia tertarik mengikuti seminar tersebut karena ingin menambah pengetahuan tentang dunia MUA yang mulai dia tekuni beberapa bulan ini.

“Bagi MUA pemula seperti saya, ini merupakan pengalaman yang berharga. Melihat cara tata rias yang baik dan benar langsung dari ahlinya  dan tentunya di sini bisa bertemu teman-teman baru sesama perias,” ungkapnya. (*amar / ed DS)