DS – Warga Desa Pucungbedug dan Warga Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, difasilitasi Komisi II DPRD Banjarnegara, Selasa siang (29/10) mencapai kata sepakat dengan pengusaha tambang pasir berkait dengan masalah debu dan dampak lalu lintas angkutan tambang. Pengusaha tambang berjanji akan melakukan penyiraman jalan secara berkala dengan armada Pemadam Kebakaran untuk memastikan tidak ada debu yang mengganggu aktivitas warga.

“Kami bersama para sopir juga berjanji akan mengatur tempo lalu lintas kendaraan tambang sehingga tidak akan ada lagi iring-iringan kendaraan dalam jumlah banyak sehingga membahayakan warga dan pengguna jalan lainnya” kata koordinator massa pengusaha tambang, Iwan pada forum mediasi di Ruang Paripurna DPRD Banjarnegara.

 

Mulai sekarang, kata Iwan, tidak akan ada lagi rangkaian kendaraan tambang lima sampai sepuluh truk. Dia menjanjikan rangkaian truk hanya 2 – 3 kendaraan. Selain itu, pihaknya juga mejanjikan para awak kendaraan tambang akan mendahulukan kepentingan kendaraan warga dan pengguna jalan lainnya untuk melintas terlebih dahulu.

“Keselamatan warga dan pengguna jalan kami utamakan” katanya.

 

Seratusan massa pengusaha dan awak pekerja penambang pasir datang menggunakan sejumlah armada truck pasir dan kendaraan pribadi. Polisi sigap menutup akses jalan Pemuda dan mengalihkan jalur Purwokerto-Wonosobo berbelok lewat timur kantor pos, terminal lama, menuju jalan veteran. Sebelum memasuki ruang paripurna massa sempat melakukan orasi di depan pintu gerbang dewan.

 

Aparat kepolisian mengawal massa di luar gedung DPRD hingga ke dalam ruangan. Polisi anjing pun nampak disiagakan untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

 

Mediasi dipimpin Ketua Komisi II Rahmanudin dari Fraksi Demokrat, Edi Purwanto FPPP, Siti Komariyah FKB, dan Isnan dari FPAN dan Gerindra serta dihadiri sejumlah anggota Komisi II DPRD lainnya. Humas dan protokoler DPRD ikut membantu jalanya mediasi agar berlangsung lancar. Hadir dari pihak eksekutif Kepala DPU PR, Kepala Dinas Perumahan dan LH, Dinhub, Satpol PP dan Camat Purwanegara.

 

Rahmanudin yang memandu acara mengharapkan kepada semua pihak untuk bermusyawarah dengan kepala dingin. Dia mengingatkan diadakannya mediasi oleh pihaknya dengan tujuan agar tercapai win-win solution. Pengusaha punya kepentingan, demikian dengan juga warga.

“Saya minta masing-masing pihak untuk saling menghargai” katanya.

 

Kesempatan pertama diberikan pada perwakilan warga Pucungbedug, Pipit Wijayanti. Dia mengungkapkan selama ini warga senantiasa terdampak debu dari aktivitas kendaraan penambang. Mereka khawatir dampak debu tambang ini akan menganggu kesehatan warga. Sementara janji untuk membersihkan jalan 10 kali dalam sehari tidak dilaksanakan sepenuhnya.

“Warga menghitung hanya 4 kali dilakukan penyiraman air. Akibatnya, jalanan pun masih dipenuhi debu yang sangat menganggu aktivitas warga” katanya.

 

Warga juga mengkhawatirkan panjangnya rangkaian kendaraan truck yang melintas jalan di desa yang tidak seluas jalan-jalan utama. Sementara kanan-kiri jalan terletak sekolah anak-anak dari SD hingga SMP. Selain itu, kami mengkhawatirkan kondisi jembatan desa yang merupakan bangunan lama.

“Itu jembatan kalau hancur akan sangat menganggu akses warga” katanya.

 

Aspirasi warga kemudian ditanggapi oleh pengusaha tambang yang menjanjikan akan memenuhi aspirasi tersebut. Termasuk janji mereka akan mendatangkan armada penyiram air bekerja sama dengan Satpol PP untuk mengerahkan mobil damkar agar jalanan bersih dari debu.

 

Kepala DPU PR, Tatag Rochadi mengatakan saat ini jembatan Mantiranom yang ambruk tengah dibangun oleh pelaksana. Putusnya jalan ini membuat membuat angkutan tambang memutar lewat Pucungbedug dan Kutawuluh. Diperkirakan akhir Desember pembangunan selesai dan awal Januari 2020 bisa digunakan. Dia mengajak semua pihak untuk mengawasi pembangunannya sehingga hasilnya memuaskan sesuai spek.

“Mari kita awasi pembangunannya sehingga selesai tepat pada waktunya dengan kualitas bangunan jembatan yang bagus sehingga awet” katanya.

 

Aspirasi, jawaban, usulan, dan komitmen dari masing-masing pihak yang hadir telah disampaikan secara terbuka. Kesepakatan akan dituangkan dalam bentuk tertulis dan masing-masing pihak menandantanganinya di Ruang Ketua DPRD. Sebagai tanda simbolis,  kata Rahmandin, perwakilan warga dan pengusaha tambang untuk bersalaman.

“Kesepakatan telah dicapai, harapannya masing-masing pihak untuk mentaatinya” pungkasnya. (*_eKo / ed DS)