DS – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwana menyampaikan perintah lisan agar semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih menggunakan LPG 3 Kg di rumah tangganya untuk segera diganti ke Bright Gas 5.5 kg. Hal ini karena LPG 3 Kg merupakan LPG bersubsidi yang sejatinya diperuntukan untuk warga miskin. Budhi menyatakan akan mengenakan sanksi apabila perintahnya ini dilanggar oleh ASN.

“Ini perintah Undang-Undang kalau LPG 3 kg bersubsidi diperuntukan untuk warga miskin. PNS diharapkan jadi pelopornya. Dan PNS mampu untuk itu. Karena itu ganti LPG 3 Kg bersubsidi dengan LPG tabung 5.5 kg” katanya.

 

Perintah ini, kata Budhi, khusus untuk semua ASN yang PNS dari semua golongan kepegawaian. Terkecuali PTT, honorer, dan THL. Diberi tengat waktu sampai akhir tahun untuk memenuhi perintah ini. Semua ASN harus melaksanakannya. Apabila diketahui setelah pencanangan ini masih ada yang mengabaikannya, Dia minta masyarakat melaporkannya. Jika betul, katanya, akan ada sanksi.

“Selaku Bupati, saya memiliki kuasa untuk memberi sanksi. Karena itu, sanksi akan saya berikan apabila perintah ini diabaikan” tegasnya.

 

PNS di Banjarnegara ada kurang lebih 8 ribu pegawai. Apabila semua PNS telah berganti menggunakan tabung LPG non subsidi, berapa besar pengaruhnya bagi pengurangan subsidi bagi warga miskin di Banjarnegara.

“Tentunya untuk selanjutnya, program ini semestinya diikuti juga oleh swasta dan warga mampu lainnya. Kalau program ini berhasil, akan ada penghematan dana besar yang dihasilkan dari pengurangan subsidi untuk warga miskin” katanya.

 

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Perwakilan PT. Pertamina, Ketua Hiswana Migas Banjarnegara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kabag Perekonomian, dan perwakilan ASN penerima pertukaran tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas tabung 5.5 Kg

 

Koordinator Hiswana Migas, Anas Pribadi mengatakan pihaknya siap mendukung kebijakan ini. Khusus bagi ASN dan pegawai BUMD diselenggarakan program khusus pertukaran tabung gas LPG 3 Kg ke tabung 5.5 Kg dengan harga khusus.

“Khusus untuk program ini diberi harga khusus pula. Tabung 5.5 kg baru plus isi dihargai Rp 260 ribu, pertukaran dengan 1 tabung 3 kg dihargai Rp 140 ribu, pertukaran dengan 2 tabung LPG 3 Kg, malah hanya membayar Rp 20 ribu” katanya.

 

Program pertukaran ini dimulai di komplek perkantoran Setda. Untuk selanjutnya akan dilaksanakan berkeliling di OPD-OPD. Para pegawai bisa mencatatkan dulu nama dan jenis pertukarannya, kalau masih masuk wilayah kota petugas akan datang menukarkannya di rumah. Untuk masalah ketersediaan gas untuk tabung LPG 5.5 kg, konsumen tidak perlu khawatir.

“Bright Gas tabung 5.5 kg tersedia di 947 pangkalan gas yang ada di Banjarnegara. Stok aman dan mudah ditemui” katanya.

 

Ketua Panitia Pertukaran LPG bersubsidi ke non subsidi bagi ASN dan pegawai BUMD, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Singgih Haryono mengatakan dasar dari program ini adalah Surat Edaran Bupati Banjarnegara Nomor 541/1826/Setda/2019 tanggal 26 September 2019 tentang Himbauan untuk tidak menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 Kg. Sebab tabung LPG 3 Kg bersubsidi ini khusus untuk warga miskin.

“Sesuai data statistic semestinya stok LPG 3 kg cukup. Disinyalir karena warga mampu ikut menikmati subsidi, termasuk di dalamnya PNS, sehingga menyebabkan stock LPG terkadang kurang di pasaran” katanya.

 

ASN ramai mengerumuni stand pertukaran tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas tabung 5.5 kg di halaman Setda, Jumat

 

Kegiatan pertukaran LPG 3 Kg bersubsidi dilaksanakan Jumat pagi (01/11) bersamaan dengan apel pagi ASN di halaman Setda Banjarnegara. Hadir pada acara ini perwakilan dari pihak Pertamina Cilacap, Ketua Hiswana Migas Banjarnegara, Perwakilan OPD dan BUMD serta sejumlah agen LPG.

“Setelah apel dilaksanakan pertukaran tabung LPG 3 Kg ke Bright Gas tabung 5.5 Kg di tenda depan lobby setda” katanya.

 

Tujuan yang ingin dicapai dari penyelenggaraan pertukaran LPG bersubsidi ke non bersubsidi ini adalah agar para ASN dan pegawai BUMD tidak lagi menggunakan LPG 3 kg dan beralih menggunakan LPG non subsidi, baik yang tabung 5.5 kg maupun yang tabung 12 Kg.

“Ini bagian dari upaya agar penyaluran tabung 3 Kg bersubsidi tepat sasaran” katanya. (*_eKo / ed DS)