DS – Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dindikpora) Bidang Sekolah Menengah menyelenggarakan lomba Literasi dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Final kegiatan ini dilaksanakan selama sehari di SMP N 2 Banjarnegara. Meski ada pemenang dalam lomba ini, namun tujuan penyelenggaraannya adalah untuk menggalakan siswa melakukan kegiatan literasi dan penelitian.

“Tujuan ini ada hubungannya dengan lomba Literasi dan OPSI di tingkat Nasional. Sebab semua Lomba Nasional tersebut terbuka untuk semua sekolah untuk dapat mengikutinya, termasuk mereka yang tidak lolos masuk final dalam lomba ini” kata Kabid Sekolah Menengah, Agus Sutanto, Jumat (01/11).

 

Kabid Sekolah Menengah pada Dindikpora Banjarnegara Agus Sutanto didampingi Kasi Kesiswaan SMP Eko Nuryanto, Kepala Sekolah SMP N 2 Banjarnegara Ahmad, dan panitia berpose di depan salah satu stand display Lomba OPSI, Jumat (01/11)

 

Bisa dikatakan lomba ini sebagai ajang pemanasan bagi sekolah-sekolah di Banjarnegara agar mereka siap berpartisipasi saat lomba tingkat nasional pada kisaran bulan Maret 2020. Target kita Banjarnegara mengirimkan minimal 20 peserta. Tentang bagaimana hasilnya, semua diserahkan kepada Kemendikbud yang melakukan penilaian langsung.

“Di dalam tiga kali penyelenggaraannya, prestasi tertinggi siswa Banjarnegara diraih siswi SMP N 1 Sigaluh yang meraih ranking 9 cipta cerpen Nasional. Melalui sejumlah persiapan seperti yang sekarang dilakukan, harapannya raihan yang dicapai siswa Banjarnegara lebih baik lagi” katanya.

 

Kasi Kesiswaan SMP pada Dindikpora, Eko Nuryanto menambahkan lomba literasi terdiri dari story telling, cipta puisi, cipta cerpen, berpantun, dan essai bebas. Kegiatan kali ini didahului dari pengiriman naskah. Kemudian dari naskah tersebut diseleksi dan terpilihlah 15 finalis.

“Untuk lomba OPSI naskah yang masuk berjumlah 40. Sedangkan untuk lomba literasi rata-rata 30 an. Final lomba Literasi maupun OPSI dilenggarakan pada hari yang sama di SMP N 2 Banjarnegara” katanya.

Peserta lomba OPSI wajib menampilkan display karyanya. Penilaian pertama dilakukan para juri kemudian dilanjutkan dengan paparan karya.

 

Tim Peneliti dari SMP 3 Satu Atap Karangkobar dengan karyanya Pembuatan Bonsai Kelapa Bercabang dua berpose menampilkan karyanya didampingi guru pembimbingnya

 

Kepala Dindikpora. Noor Tamami, mengapresiasi penyelenggaraan lomba Literasi dan OPSI ini. Menurutnya banyak prestasi di bidang literasi dan kreasi penelitian siswa Banjarnegara yang cukup menganggumkan serta tidak kalah dengan siswa-siswa di lain Kabupaten. Lomba tingkat Nasional yang membuka pintu lebar kepersertaan bagi semua sekolah tersebut sebaiknya dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sebab forum lomba tersebut membuka kesempatan yang sama bagi semua siswa sekolah, sehingga tidak ada lagi batasan sekolah desa dan sekolah kota.

“Ayo manfaatkan semaksimal mungkin dan dorong sekolah-sekolah di Banjarnegara untuk mengikutsertakan siswa-siswinya pada lomba literasi dan OPSI tingkat Nasional tersebut. Karena siswa-siswi Banjarnegara pun memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuannya di tingkat nasional” katanya. (*_eKo / ed DS)