DS – Sekretaris Daerah Banjarnegara, Indarto, meminta warga Pagentan pada khususnya dan warga Banjarnegara pada umumnya untuk waspada memasuki musim penghujan. Namun kewaspadaan ini tidak berarti kecemasan dan ketakutan. Lakukan tindakan periksa dan sisir lingkungan sekitar. Bila ada tanda-tanda terjadinya gerakan tanah segera laporkan pada perangkat desa ataupun relawan destana dan pemerintah kecamatan agar segera ada tindak lanjutannya.

“Waspada bila ditemui adanya tanda-tanda jalan yang retak, air kolam yang tiba-tiba surut, pohon dan tiang listrik yang miring, dan engsel jendela maupun pintu rumah yang bergeser hingga sulit ditutup. Laporkan segera pada perangkat desa, relawan destana, ataupun pemerintah kecamatan” kata Indarto, Senin (04/11) saat memberi sambutan pada pengajian Akbar Panitia Pengajian Umum (PPU) eks Distrik Kawedanan Batur di halaman Balai Desa Pagentan

 

Sekretaris Daerah Banjarnegara Drs. Indarto, M. Si, tengah memberi sambutan pada pengajian umum PPU di eks distrik kawedanan Batur, Senin (04/11)

 

Kewaspadaan ini penting sebagai salah satu ikhtiar bagi semua saja warga Banjarnegara mengingat potensi longsor ada di semua wilayah. Dia mengingatkan belum lama berselang terjadi bencana longsor yang memakan korban jiwa justru terjadi di wilayah kota Banjarnegara. Dan seperti diketahui, 1 korban meninggal dunia dan 2 korban luka dalam bancana tersebut merupakan warga Pagentan.

“Mari kita berdoa bersama agar hujan yang turun membawa berkah dan dijauhkan dari bencana. Kemudian hal ini dilanjutkan dengan ikhtiar untuk bersikap waspada” katanya.

 

Ingat, ada tanda-tanda segera laporkan ke Desa, Destana, dan Kecamatan. Apabila ingin berhubungan langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, lanjutnya, silahkan hubungi Pusdalop di nomor 081 226 482 247.

“Sikap waspada dalam kebencanaan itu penting untuk mengurangi resiko bencana dan menghindari adanya korban jiwa” katanya.

 

Sekretaris Kecamatan Pagentan Budi Wahyono mengatakan memasuki musim penghujan ini pihaknya sudah menganjurkan ke 16 desa yang ada di wilayahnya untuk senantiasa waspada. Hal ini mengingat geografi dan topografi wilayah Kecamatan Pagentan yang bergunung-gunung dan curam. Di sisi lain, kata Budi, pihaknya mendapatkan keuntungan karena sudah ada 8 Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayahnya dan 8 sisanya sudah terbentuk Forum Kewaspadaan Bencana. Sehingga anjuran untuk waspada cepat disikapi warga.

“Memasuki musim penghujan himbauan pada desa adalah agar mereka terus giat melakukan koordinasi antar desa dan kecamatan. Utamanya saat datang hujan dengan intensitas tinggi, terus siaga dan jangan malah tidur” katanya.

 

Ketua PPU, Zahid Khasani mengatakan pengajian Akbar PPU di Distrik Batur menghadirkan pembicara dari Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ustadz Mintaraga Eman Surya, LC. Pengajian yang ditopang tiga ormas besar di Banjarnegara Syarikat Islam, Muhammadiyah, dan Nahdatul Ulama dilaksanakan untuk memupuk toleransi inter dan antar umat beragama. Dirinya pun berdoa, semoga dengan semangat persatuan dan kesatuan yang senantiasa dibina membawa barokah keselamatan bagi seluruh warga Banjarnegara, utamanya memasuki musim penghujan ini.

“Semoga hujan yang mulai datang, membawa manfaat bagi masyarakat Banjarnegara” katanya. (*_eKo / ed DS)