DS – Forum Komunikasi Kehumasan (Fokohumas) Kabupaten Banjarnegara selama sehari, Rabu (06/11) melakukan kunjungan lapangan ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Semarang.  Rombongan terdiri dari 60 peserta yang berasal dari OPD Dinas, Badan, Kecamatan se Kabupaten Banjarnegara, dan Kominfo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menimba ilmu pengelolaan kehumasan di Kabupaten Semarang.

“Istilah santri, kami ini ngaji ke Kabupaten Semarang yang pengelolaan kehumasannya sudah maju. Salah satunya tentang bagaimana informasi dikelola untuk mendukung promosi potensi daerah” kata Plt. Kepala Dinkominfo, Assisten Pemerintahan dan Kesra Nurul Aini di hadapan Sekda Kabupaten Semarang dan jajarannya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono menyampaikan penjelasan tentang kegiatan kehumasan di Kabupaten Semarang pada anggota Fokohumas Kabupaten Banjarnegara di aula Setda Kabupaten Semarang

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Bimtek pelatihan anggota Fokohumas dalam hal pengelolaan informasi dan publikasi. Selain perihal tupoksi kehumasan, lanjut Nurul, studi pengelolaan informasi ini ada kaitannya dengan rencana pemerintah pusat yang akan membuat jalan Tol dari Brebes – Yogyakarta menyambung ke trans jawa. Informasinya jalan tol ini akan mengitari kawasan eks Karesidenan Banyumas sehingga tidak melewati jalur tengah menuju Banjarnegara – Wonosobo. Bila ini terealisasi, tentu akan berpengaruh pada peta perekonomian warga karena adanya perubahan akses.

“Butuh strategi cerdik agar Kabupaten Banjarnegara sebagai salah satu kabupaten yang ada di kawasan ini tidak tertinggal perkembangan jaman” katanya.

 

Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengucapkan terima kasih atas kunjungan Fokohumas Kabupaten Banjarnegara ke Kabupaten Semarang. Perihal pengelolaan informasi menurutnya sama saja yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Semarang dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Tugas peliputan dan koordinasi dengan wartawan juga dilakukan dalam mempublikasikan kegiatan Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan kegiatan OPD.

“Kalau di Kabupaten Semarang, tugas ini diemban oleh Fungsional Kehumasan. Setiap hari mereka menuliskan release yang disebarkan ke teman-teman media yang bermarkas di Pokja Wartawan bersebelahan dengan Kantor Dinkominfo” katanya.

 

Selain itu, kata Gunawan, Dinkominfo juga memiliki agenda rutin bulanan diskusi wartawan dengan OPD. Fungsinya untuk menampung masukan dan opini dari wartawan berkait dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Setiap bulan menampilkan satu OPD dan dilakukan secara bergiliran. Namun cara ini tidak maksimal karena sering yang datang hanya wakil bukan Kepala OPD seperti yang diharapkan agar diskusi optimal.

“Tahun besok formatnya akan diganti, tetap bulanan namun tematik. Jadi satu tema dibahas bersama wartawan dengan OPD terkait” katanya.

 

Di Kabupaten Semarang, sambung Gunawan, tidak ada Fokohumas. Untuk mengoptimalkan informasi dari OPD Dinas, Badan, dan kecamatan, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) difungsikan optimal.

“Setiap hari mereka diminta mengirimkan berita dan dokumentasi” katanya.

 

Anggota Fokohumas Kabupaten Banjarnegara aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi tanya jawab

 

Publikasi Potensi Daerah

Berkait dengan pengelolaan informasi untuk publikasi potensi daerah ada kemiripan kasus. Kabupaten Semarang ini juga dikelilingi oleh Tol Joglosemar. Jalan tol ini telah membuka akses ke kota tetangga menjadi mudah dan berdampak besar bagi peta perekonomian masyarakat. Lalu lintas tidak lagi lewat jalan utama Kabupaten Semarang. Akibatnya banyak rumah makan dan toko tutup karena pengalihan akses ini.

“Sekarang ini ke Solo lewat Tol hanya 40 menit. Orang mau beli nasi liwet, sekalian liburan milih langsung ke Solo. Perubahan perilaku warga ini membawa dampak besar secara ekonomi dan social” katanya.

 

Pemerintah Kabupaten Semarang memberikan kenang-kenangan berupa buku publikasi obyek wisata yang ada di Kabupaten Semarang diserahkan Sekda Gunawan Wibisono kepada Plt. Kadinkominfo Nurul Aini usai sesi tanya jawab

 

Pemerintah Daerah telah mengantisipasi ini. Pariwisata menjadi prioritas pertama pembangunan menggantikan prioritas industry. Pemerintah, Swasta, dan desa-desa berkreasi menumbuhkan obyek-obyek wisata baru. Apakah itu wisata arkeologi, alam maupun buatan rumusnya harus ada tempat selfie, kid fun, kuliner, dan oleh-oleh. Informasi digenjot sedemikian rupa agar dapat menjadi media publikasi efektif obyek wisata yang ada. Baik informasi luar ruang maupun informasi lewat media cetak, elektronik, dan online.

“Tujuanya adalah menciptakan daya tarik agar wisatawan, termasuk para pelintas jalan Tol, mau berkunjung, menginap, dan berbelanja di Kabupaten Semarang” pungkasnya. (*_eKo / ed DS)