DS – Pupuk jiwa korsa antar Kades dan perangkat desanya, juga antara perangkat desa satu dengan desa lainnya, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Punggelan berinisiatif menyelenggarakan napak tilas rute perjuangan. Napak tilas yang juga diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Pahlawan itu diikuti 460 peserta yang terdiri dari kades/plt Kades dan perangkat 17 desa se Kecamatan Punggelan serta 4 regu dari ormas keagamaan.

“Rute napak tilas sepanjang 4,5 km yang mengitari desa Petuguran, desa Tanjungtirta, dan sebagian Mlaya ini ceritanya merupakan rute para pejuang saat melawan Belanda.  Napak tilas dibuka Wakil Bupati Syamsudin dengan start dan finish di kolam Cinta Petuguruan” kata Camat Punggelan, Andri Sasongko, Sabtu (16/11)  di sela-sela kegiatan Napak Tilas.

 

Camat Punggelan Andri Sasongko menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada Wabup Banjarnegara Syamsudin

 

Ide napak tilas bermula dari keprihatinan Forkompincam berkait dengan pemilihan Kepala Desa dan pengisian perangkat desa yang seringkali masih menyisakan masalah setelah acara utamanya selesai. Waktu, kata Andri, mungkin akan memperbaikinya. Namun Forkompinca melihat peluang lain bila kondisi pemulihan ini dapat dipercepat dengan mengadakan acara untuk memupuk jiwa korsa. Momen memperingati hari pahlawan dirasa pas untuk waktu pelaksanaannya.

“Napak tilas rute perjuangan menjadi pilihan yang diyakini dapat mewujudkan keinginan itu karena satu, adanya latar belakang mengenang perjuangan pahlawan, dan kedua, menjadi bagian dari sebuah team untuk dapat berhasil menunaikan tugas mau tidak mau semua anggota Team harus bekerja sama. Tugas dan tantangan itu akan menyatukan mereka” katanya.

 

Ketua Penyelenggara, Danramil Punggelan Kapten Sutarman mengatakan dari rute sepanjang 4,5 km tersebut ada satu bagian dimana peserta harus merangkak, berguling, dan merayap. Pada sesi ini, peserta diberikan soal permainan yang harus diselesaikan secara team.

“Permainan dan aktivitas fisik menjadi bagian dari sarana menguatkan jiwa korsa” katanya.

 

Kegiatan napak tilas yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari pahlawan ini tidak memperebutkan kejuaraan. Panitia hanya menyiapkan sejumlah doorprice untuk peserta terbaik berdasarkan penilaian-penilaian. Sejumlah peserta nampak mengenakan seragam mirip tentara dengan wajah dicoreng hitam, sementara yang lain ada yang berseragam dan ada pula yang penuh warga pakaian.

“Ukuran peserta peraih doorprice adalah kerjasama, kekompakan, kesesuaian dengan tema hari pahlawan, dan kemampuan menyelesaikan soal” katanya.

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin saat memberi pengarahan pada peserta napak tilas

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin mengingatkan nilai-nilai kepahlawanan tidak lekang dimakan jaman dan masih sangat up to date di era milenial. Nilai-nilai itu seperti keberanian, punya nyali, jujur, bertanggung jawab, kerja sama, berani berkorban, kerja keras, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai kepahlawanan tersebut merupakan modal penting untuk membangun jiwa korsa, bersatu membangun desa dan Banjarnegara.

“Harapannya setelah acara ini usai, kades dan perangkat desa menyatu menjadi team kerja yang siap mewujudkan banjarnegara bermartabat dan sejahtera” katanya. (*_eKo/ed DS)