DS – Pemerintah Indonesia memiliki program revolusi mental dimana salah satu poin pentingnya adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkarakter. SDM yang berkarakter ini diyakini akan menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan global di era teknologi informasi yang tanpa batas. Di dalam kontek ini peran pendidikan dasar Raudhatul Atfhal (RA) dengan pendidikan agama dan moralnya menjadi kian penting keberadaannya karena ada pada fase emas pendidikan anak.

“Fase pendidikan Raudhatul atfhal merupakan fase pendidikan usia dini yang sangat penting dalam upaya menempatkan dasar karakter bagi anak-anak untuk masa depannya. Dengan berbagai bentuk permainan anak-anak diajarkan untuk mendalami agamanya dan mengenal nilai-nilai luhur, hormat pada orang tua dan gurunya, toleran pada sesama, dan hidup saling hormat menghormati sebagai bangsa yang majemuk” kata Wakil Bupati Syamsudin pada acara Milad Ikatan Guru RA ke 17.

 

Wakil Bupat Banjarnegara Syamsudin menerima tumpeng dari Ketua IGRA Banjarnegara Ummu Rosida dalam peranyaan Milad IGRA ke 17

 

Kenalkanlah sejak dini pada anak-anak untuk peduli pada lingkungan sekitarnya. Bahwa di Banjarnegara ternyata memiliki masalah lingkungan hidup, bahwa kita hidup di wilayah rawan kebencanaan, bahwa kita hidup di wilayah pertanian, bahwa kita punya sungai serayu, ada arung jeram, dan sebagainya.

“Kenalkan juga anak-anak akan keberagaman yang ada di sekitar kehidupannya. Bahwa selain mereka ada juga saudara-saudara kita yang lain yang berbeda agama, beda keyakinan, beda suku, beda budaya, dan beda istiadat. Dimana dalam kebhinekaan itu kita bersatu untuk hidup bersama dalam naungan NKRI” katanya.

 

Ketua PW IGRA Provinsi Jateng, Aminudin mengatakan dalam memasuki Era Revolusi Industri 4.0 diperlukan pendidikan yang dapat membentuk generasi kreatif, inovatif serta kompetitip. Karena itu, seorang guru IGRA harus sigap dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan. IGRA mengajak anggotanya untuk senantiasa meningkatkan kapasitas diri memiliki kreatifitas dan kemampuan berinovasi, pandai memanfaatkan IT dalam pembelajaran, mempunyak komunikasi yang baik, berpikir akurat, mampu bekerja sama dan memiliki kepercayan diri yang tinggi.

“Dengan memiliki kemampuan tersebut, maka akan menghasilkan pendidik yang unggul dan anak didik yang berkarakter” katanya.

 

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin menyerahkan penghargaan pada guru RA berprestasi dan guru RA Wiyata Bakti terlama

 

Sementara itu, Ketua IGRA Banjarnegara, Ummu Rosida mengatakan IGRA lahir tanggal 29 Oktober 2000 di Bogor. Namun untuk perayaannya baru dapat dilaksanakan pada bulan November ini. Acara Milad dihadiri oleh Wakil Bupati Banjarnegara yang sekaligus membuka acara, Kepala Dindikpora, Kepala Kemenag Banjarnegara, dan 750 anggota IGRA se Kabupaten Banjarnegara.

Selain resepsi, kegiatan milad yang bertema “Guru: Profesiku, Pengabdianku, Kebanggaanku, dan Ibadahku” diisi dengan pemberian penghargaan bagi guru RA berprestasi dan guru RA wiyata bakti terlama, dilanjutkan seminar motivasi. Sebagai penanda Milad dilakukan pemotongan kue ulang tahun dan penyerahan tumpeng pada tamu kehormatan. Hiburan diisi dengan gamelan Tarbiyah Cinta dari Pandanarum.

“Harapanya dengan perayaan milad ke 17 mampu menjalid soliditas dan solidaritas guru RA se Kabupaten Banjarnegara menuju IGRA yang berkualitas” pungkasnya. (*_eKo/ed DS)